Gagasankalbar.com — Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) bersama Majelis PAUD Dasmen dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kubu Raya menggelar kegiatan Manasik Haji ke-1 yang dirangkai dengan pembagian telur rebus dan bubur kacang hijau sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025 di Lapangan SMK 1 Muhammadiyah Kubu Raya, Desa Rasau Jaya I, Kecamatan Rasau Jaya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh TK dan KB ‘Aisyiyah Bustanul Athfal se-Kubu Raya, dewan guru, pimpinan daerah ‘Aisyiyah Kubu Raya, pimpinan cabang ‘Aisyiyah se-Kecamatan Kubu Raya, serta pimpinan ranting ‘Aisyiyah dari berbagai desa. Tercatat sebanyak 13 TK dan KB ABA turut berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh makna tersebut.
Ketua PDA Kubu Raya, Azizah Muthiah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik haji bagi anak usia dini bertujuan untuk mengenalkan rukun Islam kelima sejak dini sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter positif.
“Kegiatan ini kami adakan untuk mengenalkan ibadah haji kepada anak-anak, menanamkan nilai keagamaan, membentuk karakter, melatih keterampilan fisik dan kognitif, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta mempererat hubungan antar lembaga pendidikan,” ujar Azizah.
Lebih lanjut, Azizah menjelaskan nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini adalah religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas.
Selain kegiatan manasik, pembagian telur rebus dan bubur kacang hijau juga menjadi perhatian utama dalam acara ini. Azizah menuturkan, pemberian makanan bergizi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian ‘Aisyiyah terhadap upaya pencegahan stunting di wilayah Kubu Raya.
“Pemberian telur rebus dan bubur kacang hijau ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak, sekaligus menjadi langkah kecil dalam mencegah stunting di lingkungan kita,” tambahnya.
Kegiatan manasik haji perdana ini mendapat sambutan positif dari para guru, orang tua, dan masyarakat. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keislaman serta kepedulian sosial sejak usia dini.










