Kabid Kaderisasi dan Organisasi PDKB nyatakan sikap, Menolak Pelantikan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Pengurus Pemuda Katolik Kubu Raya Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Siap Tancap Gas Layani Masyarakat Habib Abdurahman Hafis Almuthahar Ucapkan Selamat kepada Ade Jona Prasetyo atas Terpilihnya sebagai Ketua Umum HIPMI Ikhtiar Menghidupkan Inklusifitas Gerakan Literasi di Tanah Kayong Muhammad Hakiki Ajukan PK ke Mahkamah Agung: Menyoal Kriminalisasi Hak Milik dan Kekeliruan Penerapan Pasal 362 KUHP dalam Putusan PN Ketapang Kapuas Hulu di Persimpangan Zaman: Menjaga Hutan, Membangun Kesejahteraan KPU Sampaikan Usulan Calon Pengganti Antarwaktu (PAW) secara cepat dan berkepastian hukum

Berita Kalbar

Kabid Kaderisasi dan Organisasi PDKB nyatakan sikap, Menolak Pelantikan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia

badge-check


Kabid Kaderisasi dan Organisasi PDKB nyatakan sikap, Menolak Pelantikan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia Perbesar

Pontianak – Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi-organisasi Pemuda Dayak Kalimantan Barat, Boanerges Bohai S.Pd, secara tegas menolak pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia (PDNRI) periode 2025-2029.

Dalam keterangan persnya, Boanerges menyampaikan bahwa penolakan ini didasarkan pada struktur organisasi yang telah mapan di tingkat daerah. “Pemuda Dayak secara organisatoris merupakan sayap dari Dewan Adat Dayak baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Keberadaan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia (PDNRI) yang tiba-tiba muncul tanpa melibatkan struktur organisasi yang sudah ada sangat kami sayangkan,” tegasnya.

Boanerges juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mendukung dan membackup pembentukan organisasi baru ini. “Kami dari Pemuda Dayak Kalimantan Barat (PDKB) merasa tidak dihargai dengan adanya upaya pembentukan organisasi kepemudaan yang tidak melalui jalur organisasi yang sah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Boanerges mengkritik adanya Oknum di Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang dinilai telah melakukan kesalahan dalam membentuk organisasi kepemudaan. “MADN sebagai organisasi tertinggi masyarakat suku Dayak seharusnya memahami mekanisme pembentukan sayap organisasi atau lembaga kepemudaan. Sikap MADN ini berpotensi menimbulkan gesekan di antara organisasi pemuda Dayak di berbagai daerah,” pungkasnya.

Selanjutnya Boanerges berharap agar pihak-pihak terkait dapat menghentikan upaya pelantikan Pemuda Dayak Nasional dan kembali ke jalur organisasi yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pod Getar Diduga Narkoba Jenis Baru Marak Beredar di Kalbar, Sasar Kalangan Anak Muda

10 Juni 2026 - 00:04 WIB

IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional

8 Juni 2026 - 11:39 WIB

PWM Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama Perluas Perlindungan Pekerja Amal Usaha Muhammadiyah

8 Juni 2026 - 11:35 WIB

Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal”

5 Juni 2026 - 09:33 WIB

LAZISMU Masjid At-Tanwir Santuni Fakir Miskin dan Salurkan Subsidi Sembako Murah

31 Mei 2026 - 09:24 WIB

Trending di Berita Kalbar