Kabid Kaderisasi dan Organisasi PDKB nyatakan sikap, Menolak Pelantikan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Semangat Hari Kartini, Mahasiswa Didorong Terus Suarakan Kesetaraan Kejuaraan Futsal Mahasiswa Kalimantan Barat 2026 Resmi Ditutup, Untan Raih Juara Penandatanganan MoU Satyagatra, BKKBN Kalbar Gandeng Perguruan Tinggi dan Mitra Tingkatkan Layanan Keluarg Dugaan Investasi Bermasalah Mencuat di Pontianak, Tokoh Masyarakat Tuntut Pertanggungjawaban GMNI Kalbar Apresiasi Musrenbang Pemprov Kalbar yang Libatkan Masyarakat dan Pemuda HMI Cabang Kubu Raya Gelar Cek Kesehatan Gratis Jelang LK-II Nasional

Berita Kalbar

Kabid Kaderisasi dan Organisasi PDKB nyatakan sikap, Menolak Pelantikan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia

badge-check


					Kabid Kaderisasi dan Organisasi PDKB nyatakan sikap, Menolak Pelantikan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia Perbesar

Pontianak – Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi-organisasi Pemuda Dayak Kalimantan Barat, Boanerges Bohai S.Pd, secara tegas menolak pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia (PDNRI) periode 2025-2029.

Dalam keterangan persnya, Boanerges menyampaikan bahwa penolakan ini didasarkan pada struktur organisasi yang telah mapan di tingkat daerah. “Pemuda Dayak secara organisatoris merupakan sayap dari Dewan Adat Dayak baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Keberadaan Pemuda Dayak Nasional Republik Indonesia (PDNRI) yang tiba-tiba muncul tanpa melibatkan struktur organisasi yang sudah ada sangat kami sayangkan,” tegasnya.

Boanerges juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mendukung dan membackup pembentukan organisasi baru ini. “Kami dari Pemuda Dayak Kalimantan Barat (PDKB) merasa tidak dihargai dengan adanya upaya pembentukan organisasi kepemudaan yang tidak melalui jalur organisasi yang sah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Boanerges mengkritik adanya Oknum di Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang dinilai telah melakukan kesalahan dalam membentuk organisasi kepemudaan. “MADN sebagai organisasi tertinggi masyarakat suku Dayak seharusnya memahami mekanisme pembentukan sayap organisasi atau lembaga kepemudaan. Sikap MADN ini berpotensi menimbulkan gesekan di antara organisasi pemuda Dayak di berbagai daerah,” pungkasnya.

Selanjutnya Boanerges berharap agar pihak-pihak terkait dapat menghentikan upaya pelantikan Pemuda Dayak Nasional dan kembali ke jalur organisasi yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

GMNI Kalbar Apresiasi Musrenbang Pemprov Kalbar yang Libatkan Masyarakat dan Pemuda

21 April 2026 - 16:00 WIB

FOMDA Kalbar Soroti Lambannya Penanganan Teror Beruntun di Air Upas

21 April 2026 - 15:40 WIB

Ketua Umum HMI Cabang Pontianak Angkat Suara: Kekerasan terhadap Nafila Tidak Bisa Ditoleransi

17 April 2026 - 14:15 WIB

Wagub Kalbar Dukung KKM dan Sekolah Politik Pemuda Katolik, Siap Buka Kegiatan

15 April 2026 - 17:32 WIB

Bawaslu Kalbar Hadirkan Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah, Perkuat Literasi Demokrasi

15 April 2026 - 17:20 WIB

Trending di Berita Kalbar