Digenangi Air Asin, Petani di Dusun Melinsum Terancam Gagal Panen - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antusiasme Dibuka Lebih Luas: Pendaftaran Latihan Kader II dan Latihan Khusus Kohati HMI Cabang Pontianak Resmi Diperpanjang Koordinator Regional BGN Kalimantan Penuhi Undangan Komnas HAM Kalbar Soroti Pelaksanaan MBG Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kapuas, Sanggau Naik Dango ke-41 Dipusatkan di Rumah Adat Desa Lingga, Momentum Pelestarian Budaya Dayak Presiden Mahasiswa Polnep Dilaporkan ke Polisi, Penuhi Panggilan untuk Klarifikasi GMNI Pontianak Serukan Evaluasi Kebijakan Ketenagakerjaan Jelang May Day 2026

Berita Kalbar

Digenangi Air Asin, Petani di Dusun Melinsum Terancam Gagal Panen

badge-check


					Digenangi Air Asin, Petani di Dusun Melinsum Terancam Gagal Panen Perbesar

Kayong Utara – Pasang surut air laut yang tinggi kembali memberikan dampak negatif bagi para petani, khususnya petani Dusun Melinsum, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Air pasang asin tersebut meluap ke area persawahan milik petani, yang mengakibatkan terjadinya kemungkinan gagal pada panen kali ini.

Sapardi, salah satu petani setempat mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi ini. Menurutnya, luapan air asin yang terjadi dikarenakan tanggul penahan air yang tidak mampu menahan luapan air laut. Ia kemudian berharap pemerintah dapat memperhatikan kejadian ini dan memberikan solusi jangka panjang, salah satunya memperbaiki tanggul agar dapat menampung kapasitas air yang besar. Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

“Kalau untok sekarang ye bertahan lah, tapi dengan sekarang agik untuk yang akan datang nampaknye agak menuron karne aik masen ini yang telah lalu itu agak meluap sehingge kan ladang-ladang itu habis kenak semue Itu, jadi itulah kalaupun memang di pemerintah Ade memperhatikan memang harus kite ngajukan kepemerintahan itu, Karne ape? Kalau kite lihat dengan keadaan sekarang mungkin setahun itu nampaknye ndak bise bertahan seterusnye lah  Karne gendalanye tanggol Itu pasti, masalah hama sih ya dapat diatasi lah tapi yang jelas tu air masin macam” ujar Sapardi.

Sapardi kemudian menambahkan bahwa air asin yang meluap berdampak besar, selain dampak jangka pendek yaitu gagal panen, kejadian ini juga akan menimbulkan efek jangka panjang yang akan dirasakan seperti rusaknya produktivitas lahan persawahan akibat terendam air asin.

“Contoh kemaren, pada tanggal 15 itu, itu habes rate-rate itu kenak semue. jadi, makenye kalau untuk yang ini ke depan nanti agak menuron hasilnye seharusnye kite itu bertahan jak lah udah lumayan kan? tapi nyatanye sekarang tu dampaknye tetap menuron, karne banyak gak yang ancor padi orang itu gendala aik masen kalau masalah hama  sih, siket-siket maseh dapat lah di atasi, tapi kalok aik masen susah.” tambah Sapardi.

Selain perbaikan tanggul, edukasi dan bantuan terkait pengelolaan lahan yang terdampak air asin juga menjadi kebutuhan mendesak bagi para petani. Sebab, tanpa langkah konkret, potensi pertanian di dusun ini akan terus menurun tiap tahunnya.

Berdasarkan petani setempat, kerusakan akibat air asin di Dusun Melinsum sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kejadian kali ini menjadi yang terburuk. Tanaman padi yang hampir siap panen rusak, sehingga para petani kehilangan sebagian besar pendapatannya. Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan sektor pertanian di Dusun Melinsum, tanpa adanya dukungan dari pihak terkait, para petani diperkirakan akan semakin sulit bertahan menghadapi tantangan alam seperti ini.

 

Citizen Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you. https://www.binance.info/register?ref=QCGZMHR6

semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Koordinator Regional BGN Kalimantan Penuhi Undangan Komnas HAM Kalbar Soroti Pelaksanaan MBG

29 April 2026 - 20:34 WIB

Presiden Mahasiswa Polnep Dilaporkan ke Polisi Usai Aksi Demo 8 April 2026

28 April 2026 - 03:05 WIB

GMNI Kalbar Apresiasi Musrenbang Pemprov Kalbar yang Libatkan Masyarakat dan Pemuda

21 April 2026 - 16:00 WIB

FOMDA Kalbar Soroti Lambannya Penanganan Teror Beruntun di Air Upas

21 April 2026 - 15:40 WIB

Ketua Umum HMI Cabang Pontianak Angkat Suara: Kekerasan terhadap Nafila Tidak Bisa Ditoleransi

17 April 2026 - 14:15 WIB

Trending di Berita Kalbar