Digenangi Air Asin, Petani di Dusun Melinsum Terancam Gagal Panen - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Australia Taklukkan Turki 2-0 di Penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 Skotlandia Amankan Tiga Poin Perdana, Taklukkan Haiti 1-0 di Grup C Piala Dunia 2026 Polsek Belitang Hilir Bongkar Arena Sabung Ayam di Dusun Beruduk Qatar Selamat dari Kekalahan, Tahan Imbang Swiss 1-1 di Grup B Brasil Ditahan Imbang Maroko 1-1 di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026 Zuri Hotel Management Himpun 600 Kantong Darah

Berita Kalbar

Digenangi Air Asin, Petani di Dusun Melinsum Terancam Gagal Panen

badge-check


Digenangi Air Asin, Petani di Dusun Melinsum Terancam Gagal Panen Perbesar

Kayong Utara – Pasang surut air laut yang tinggi kembali memberikan dampak negatif bagi para petani, khususnya petani Dusun Melinsum, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Air pasang asin tersebut meluap ke area persawahan milik petani, yang mengakibatkan terjadinya kemungkinan gagal pada panen kali ini.

Sapardi, salah satu petani setempat mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi ini. Menurutnya, luapan air asin yang terjadi dikarenakan tanggul penahan air yang tidak mampu menahan luapan air laut. Ia kemudian berharap pemerintah dapat memperhatikan kejadian ini dan memberikan solusi jangka panjang, salah satunya memperbaiki tanggul agar dapat menampung kapasitas air yang besar. Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

“Kalau untok sekarang ye bertahan lah, tapi dengan sekarang agik untuk yang akan datang nampaknye agak menuron karne aik masen ini yang telah lalu itu agak meluap sehingge kan ladang-ladang itu habis kenak semue Itu, jadi itulah kalaupun memang di pemerintah Ade memperhatikan memang harus kite ngajukan kepemerintahan itu, Karne ape? Kalau kite lihat dengan keadaan sekarang mungkin setahun itu nampaknye ndak bise bertahan seterusnye lah  Karne gendalanye tanggol Itu pasti, masalah hama sih ya dapat diatasi lah tapi yang jelas tu air masin macam” ujar Sapardi.

Sapardi kemudian menambahkan bahwa air asin yang meluap berdampak besar, selain dampak jangka pendek yaitu gagal panen, kejadian ini juga akan menimbulkan efek jangka panjang yang akan dirasakan seperti rusaknya produktivitas lahan persawahan akibat terendam air asin.

“Contoh kemaren, pada tanggal 15 itu, itu habes rate-rate itu kenak semue. jadi, makenye kalau untuk yang ini ke depan nanti agak menuron hasilnye seharusnye kite itu bertahan jak lah udah lumayan kan? tapi nyatanye sekarang tu dampaknye tetap menuron, karne banyak gak yang ancor padi orang itu gendala aik masen kalau masalah hama  sih, siket-siket maseh dapat lah di atasi, tapi kalok aik masen susah.” tambah Sapardi.

Selain perbaikan tanggul, edukasi dan bantuan terkait pengelolaan lahan yang terdampak air asin juga menjadi kebutuhan mendesak bagi para petani. Sebab, tanpa langkah konkret, potensi pertanian di dusun ini akan terus menurun tiap tahunnya.

Berdasarkan petani setempat, kerusakan akibat air asin di Dusun Melinsum sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kejadian kali ini menjadi yang terburuk. Tanaman padi yang hampir siap panen rusak, sehingga para petani kehilangan sebagian besar pendapatannya. Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan sektor pertanian di Dusun Melinsum, tanpa adanya dukungan dari pihak terkait, para petani diperkirakan akan semakin sulit bertahan menghadapi tantangan alam seperti ini.

 

Citizen Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi DPD REI Kalbar, Kemenkum, dan DJP: Dorong Pengembang Properti Tertib Hukum dan Pajak

12 Juni 2026 - 19:51 WIB

Sinergi BPS dan REI Kalbar, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

12 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kolaborasi REI–PLN Dinilai Kunci Sukses Program 3 Juta Rumah di Kalbar

12 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pod Getar Diduga Narkoba Jenis Baru Marak Beredar di Kalbar, Sasar Kalangan Anak Muda

10 Juni 2026 - 00:04 WIB

IMABA KALBAR Gelar Pelatihan Kebendaharaan, Dorong Tata Kelola Keuangan Organisasi yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional

8 Juni 2026 - 11:39 WIB

Trending di Berita Kalbar