HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Habe Series #4 Singkawang Dukung Proses Hukum Kasus Penghinaan Difabel, Agim Nastiar Berikan Support untuk Nafila Putri Kuasa Hukum Desak Pembatalan Status Tersangka Ketua Bawaslu Kota Pontianak Solmadapar Gelar Aksi di Kantor Gubernur, Soroti Kasus Pembakaran Rumah di Air Upas Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter di Sanggau Berjalan Lancar Tim SAR Temukan Titik Awal Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau

Kubu Raya

HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG

badge-check


					HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG Perbesar

Gagasankalbar.com – Dugaan kekerasan verbal yang dialami seorang pekerja di SPPG Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak. Organisasi tersebut menilai peristiwa ini tidak hanya berhenti pada persoalan individu, tetapi juga menjadi indikator lemahnya manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pelaksanaan program di tingkat lapangan.

Kasus yang menimpa Nafila (23), yang juga merupakan kader HMI Cabang Pontianak, disebut mengandung unsur penghinaan dan perlakuan diskriminatif. HMI menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perendahan martabat yang tidak dapat dibenarkan, baik dalam konteks profesional maupun kemanusiaan.

Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Pontianak, Ahmad Riskiadi, menyampaikan bahwa persoalan ini perlu dilihat secara lebih luas, terutama dalam kaitannya dengan pola pengelolaan tenaga kerja di lingkungan SPPG.

“Ini bukan sekadar persoalan personal antara atasan dan bawahan. Ada indikasi lemahnya manajemen SDM, termasuk pengawasan dan pembinaan terhadap pimpinan di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, jika praktik seperti ini tidak ditangani secara serius, maka berpotensi menciptakan lingkungan kerja toxic dan membuka ruang bagi tindakan diskriminatif, khususnya terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.

Lebih jauh, HMI menilai bahwa pelaksanaan kebijakan publik, termasuk program MBG yang berjalan di tingkat lapangan, seharusnya tidak hanya berorientasi pada capaian program semata, tetapi juga menjamin perlindungan tenaga kerja serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Ahmad Riskiadi menegaskan bahwa lemahnya sistem pengawasan dan standar etika kerja dapat berdampak langsung pada kualitas implementasi kebijakan. Ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen internal, mulai dari pola kepemimpinan hingga mekanisme perlindungan pekerja.

“Program sebesar apa pun tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan. Jika manajemen SDM lemah, maka potensi pelanggaran di lapangan akan terus terjadi,” tegasnya.

HMI Cabang Pontianak juga mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan yang ada secara profesional dan transparan, serta meminta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan karyawan di lingkungan SPPG.

Kasus ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola SDM dalam pelaksanaan program-program pemerintah, agar ke depan lebih berorientasi pada profesionalitas, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Baca Lainnya

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Sesalkan Dugaan Arogansi terhadap Pegawai Disabilitas Program MBG

16 April 2026 - 05:57 WIB

MTQ ke-XII Kubu Raya Resmi Dibuka, Derahman Legislator PPP Soroti Peran LPTQ soal Prestasi

15 April 2026 - 17:36 WIB

Ketua Pemuda Katolik Kubu Raya Kecam Keras Pernyataan JK, Desak Permintaan Maaf

15 April 2026 - 17:26 WIB

HMI Kubu Raya Soroti Kasus Dugaan Penghinaan Disabilitas, Minta Penegakan Hukum Tegas

15 April 2026 - 17:23 WIB

RSUD TBSI Kubu Raya Raih Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 - 08:43 WIB

Trending di Kubu Raya