Gagasankalbar.com – Sinergi antara aparatur, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan tenteram terus diperkuat melalui kegiatan bertajuk “Edukasi dan Kolaborasi Ketentraman dan Ketertiban Umum: Sinergi Aparatur, Pemuda dan Mahasiswa serta Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan yang Tertib dan Tentram di Kabupaten Kubu Raya” yang dilaksanakan pada Minggu (19/4).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PRIMARAYA, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kubu Raya, dan Forum Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalimantan Barat. Hadir sebagai narasumber, Budi Aminudin dari Satpol PP Kubu Raya yang memberikan pemaparan terkait peran dan fungsi aparat dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Inisiasi kegiatan ini dilakukan oleh Bidang Humas PRIMARAYA sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan di daerah. Sebagai organisasi yang menghimpun mahasiswa asal Kabupaten Kubu Raya, PRIMARAYA melihat perlunya ruang edukasi dan diskusi yang mampu menjembatani pemahaman antara kebijakan pemerintah dan peran nyata generasi muda di lapangan.
Ketua PRIMARAYA, Julianti Pramita, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peran aktif mahasiswa dalam isu ketenteraman dan ketertiban umum.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami persoalan, tetapi juga harus terlibat sebagai bagian dari solusi. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bersama serta mendorong kolaborasi nyata antara mahasiswa, aparatur, dan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Koordinator Pusat FOMDA Kalbar, Syarif Falmu Riandi Tri Saris, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk menggerakkan peran pemuda dalam pembangunan daerah.
“Ketika mahasiswa mulai bergerak, selalu ada peluang untuk menciptakan perubahan. Tinggal bagaimana kita memilih untuk tetap diam atau mengambil peran,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Budi Aminudin menjelaskan bahwa peran Satpol PP tidak hanya sebatas penegakan ketertiban di ruang publik, tetapi juga mencakup upaya preventif dan edukatif kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa fungsi Satpol PP diarahkan untuk menjaga ketenteraman umum, menegakkan peraturan daerah, serta menciptakan kondisi sosial yang kondusif demi mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Keberhasilan menjaga ketertiban tidak bisa hanya bergantung pada aparat. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, untuk membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya keamanan dan ketertiban lingkungan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga didorong untuk terlibat langsung dalam kehidupan sosial masyarakat setelah kembali ke daerah masing-masing. Hal ini dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku perubahan di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan langkah bersama antara aparatur dan masyarakat, sehingga terwujud lingkungan Kabupaten Kubu Raya yang lebih tertib, aman, dan harmonis.










