Gagasankalbar.com – Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Pontianak menggelar acara yudisium pada Kamis (23/4/2026) di Hotel Alimoer. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studi sebelum melangkah ke tahap wisuda.
Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa bangga, dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta para mahasiswa yang secara resmi dinyatakan lulus. Yudisium ini sekaligus menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menuntaskan perjalanan akademik mereka.
Sebanyak 94 peserta mengikuti prosesi yudisium, terdiri dari 78 lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat dan 16 lulusan Program Studi Psikologi. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh keluarga para lulusan yang turut memberikan dukungan dan kebanggaan.
Dekan Fakultas Kesehatan dan Psikologi, Dedy Alamsyah menjelaskan bahwa pemilihan tema Kartini disesuaikan dengan momentum yang berdekatan dengan peringatan Hari Kartini. Tema tersebut dipilih agar lebih kontekstual dan memiliki makna mendalam bagi para lulusan.
“Perempuan sehat akan melahirkan generasi kuat. Karena itu, lulusan hari ini diharapkan mampu mengambil peran dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga berpesan kepada seluruh lulusan agar tidak melupakan almamater dan terus berkarya sesuai bidang keilmuan masing-masing. Ia berharap para alumni dapat memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat serta ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sementara itu, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, Elly Trisnawati, menyampaikan bahwa prodi Kesmas terus menunjukkan peningkatan capaian akademik. Pada yudisium kali ini, sebanyak 44 mahasiswa berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Menurutnya, percepatan masa studi tersebut dimungkinkan melalui dua jalur, yakni jalur jurnal dan jalur skripsi. Pada jalur jurnal, mahasiswa terlibat dalam penelitian dosen dan menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA sebagai pengganti skripsi. Sedangkan jalur skripsi ditempuh melalui penelitian mandiri seperti biasa.
Selain itu, kurikulum Prodi Kesehatan Masyarakat menitikberatkan pada project-based learning dan pengalaman lapangan, seperti Pengalaman Belajar Lapangan (PBL), magang, Kuliah Kerja Usaha (KKU), serta penguatan soft skill.
Adapun enam konsentrasi peminatan yang tersedia meliputi Promosi Kesehatan, Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Kesehatan Reproduksi, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Elly berharap para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu di lapangan, mengingat banyak alumni yang kini berkarier di sektor pemerintahan maupun swasta, bahkan menjabat sebagai Kepala Puskesmas.
Di sisi lain, Ketua Program Studi Psikologi, Rizki Fitlya, menyampaikan bahwa mahasiswa Psikologi telah melalui proses akademik komprehensif. Mereka dibekali teori dan keterampilan aplikatif di berbagai bidang, seperti psikologi pendidikan, sosial, klinis, perkembangan, hingga industri.
Untuk menunjang kesiapan kerja, mahasiswa semester akhir diwajibkan mengikuti program magang dan Praktik Kerja Unit (PKU). Pada periode yudisium ini, sebanyak 16 mahasiswa Psikologi mengikuti prosesi kelulusan, termasuk enam mahasiswa yang lulus melalui jalur jurnal dalam waktu 3,5 tahun.
“Kami berharap para lulusan mampu meraih kesuksesan, mandiri, adaptif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan ilmu yang telah diperoleh,” tutup Rizki










