Gagasankalbar.com – Kantor Layanan LAZISMU Masjid At-Tanwir Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat menggelar kegiatan santunan fakir miskin dan subsidi sembako harga murah kepada masyarakat pada Minggu (31/5/2026).
Salah satu pengurus Kantor Layanan LAZISMU Masjid At-Tanwir Pusdam PWM Kalbar, M. Kholid Ramadhanzi, mengatakan program tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah dakwah masjid.

“Kegiatan kita hari ini adalah menyantuni fakir miskin dan memberikan subsidi sembako dengan harga murah. Saat ini terdapat 31 kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat, terdiri dari tiga kepala keluarga penerima santunan dan 28 kepala keluarga penerima subsidi,” ujarnya.
Menurut Kholid, dari total 31 kepala keluarga penerima manfaat, terdapat satu keluarga nonmuslim yang turut menerima bantuan sebagai bagian dari pendekatan dakwah dan kepedulian sosial kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
Ia menjelaskan, sasaran program berada dalam radius tiga kilometer dari Masjid At-Tanwir yang mencakup tiga wilayah desa, yakni Desa Parit Baru, Desa Sungai Raya Dalam, dan Desa Sungai Raya.
Kholid berharap jumlah penerima manfaat dapat terus bertambah pada masa mendatang seiring meningkatnya dukungan masyarakat terhadap program-program sosial yang dijalankan oleh LAZISMU.
“InsyaAllah ke depan jumlah fakir miskin yang kita santuni akan terus bertambah. Kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat luas agar program santunan fakir miskin setiap bulan ini dapat terus berjalan dan berkembang,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam berzakat dan bersedekah melalui lembaga yang terpercaya. Menurutnya, zakat tidak hanya ditunaikan saat Idulfitri, tetapi dapat disalurkan sepanjang tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sedekah bisa dilakukan kapan saja. Kami berharap masyarakat yang berada di sekitar radius tiga kilometer maupun masyarakat luas semakin sadar akan pentingnya bersedekah dan berzakat melalui lembaga yang amanah seperti LAZISMU,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kholid menjelaskan bahwa dakwah yang dijalankan Masjid At-Tanwir tidak hanya berbasis wilayah atau teritorial, tetapi juga berbasis ideologi dengan menjangkau warga dan simpatisan Muhammadiyah yang sejalan dengan program-program pemberdayaan dan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam program sosial bukan hanya memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, melainkan membangun kesadaran umat Islam untuk menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah.
“Yang berat itu bukan menyantuni, tetapi menyadarkan orang-orang muslim di sekitar masjid untuk bersedekah dan berzakat. Itu yang paling penting,” ungkapnya.
Melalui berbagai program sosial tersebut, LAZISMU Masjid At-Tanwir berharap dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas manfaat dakwah yang berorientasi pada kepedulian dan pemberdayaan umat.
















