Mts Khulafaur Rasyidin Hadirkan Dosen FH Untan, Bekali 400 santri Edukasi Hukum Pencegahan Bullying - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Pemkot Pontianak Terbuka terhadap Wacana Perda LGBT, Tekankan Kajian Komprehensif DPRD Kota Pontianak Dorong Regulasi Nasional Terkait LGBT PDA Pontianak Luncurkan Posbakum, Prioritaskan Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu, Perempuan Rentan, dan Anak Tim Dalkarhutla KPH Kubu Raya Terus Berjuang Padamkan Karhutla di Rasau Jaya Umum PDA Aisyiyah Kubu Raya dan MTs Khulafaur Rasyidin Teken MoU Program Pendidikan & Edukasi Hukum di Lingkungan Pesantren Mts Khulafaur Rasyidin Hadirkan Dosen FH Untan, Bekali 400 santri Edukasi Hukum Pencegahan Bullying

Kubu Raya

Mts Khulafaur Rasyidin Hadirkan Dosen FH Untan, Bekali 400 santri Edukasi Hukum Pencegahan Bullying

badge-check


Mts Khulafaur Rasyidin Hadirkan Dosen FH Untan, Bekali 400 santri Edukasi Hukum Pencegahan Bullying Perbesar

Gagasankalbar.com – MTs Khulafaur Rasyidin menggelar penyuluhan hukum bertajuk “Kenali, Cegah, Laporkan Bullying di Lingkungan Pesantren” dalam rangka Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Penyuluhan menghadirkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura sekaligus Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kubu Raya, Yuliana, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Yuliana menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di sekolah maupun pesantren, dampak yang ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku, hingga langkah-langkah pencegahan dan mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan perundungan.

“Bullying bukan candaan. Dampaknya bisa memengaruhi kondisi fisik, mental, hingga masa depan korban. Karena itu, setiap santri harus berani mencegah dan melaporkannya,” ujar Yuliana.

Sebanyak 400 santri putra dan putri dari kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan tersebut. Penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusias tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan seputar perlindungan anak, bentuk-bentuk bullying, serta cara bersikap ketika menyaksikan atau mengalami perundungan di lingkungan pesantren.

Yuliana menegaskan bahwa menciptakan lingkungan pesantren yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh warga madrasah, termasuk para santri.

“Setiap santri memiliki tanggung jawab untuk saling menghormati, saling menjaga, dan tidak membiarkan bullying terjadi di lingkungan sekitar,” katanya.

Melalui kegiatan ini, MTs Khulafaur Rasyidin berharap seluruh peserta didik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya bullying, berani menolak segala bentuk perundungan, serta mampu membangun budaya saling menghargai dan peduli demi terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan kondusif.

Baca Lainnya

Tim Dalkarhutla KPH Kubu Raya Terus Berjuang Padamkan Karhutla di Rasau Jaya Umum

20 Juli 2026 - 00:33 WIB

PDA Aisyiyah Kubu Raya dan MTs Khulafaur Rasyidin Teken MoU Program Pendidikan & Edukasi Hukum di Lingkungan Pesantren

20 Juli 2026 - 00:31 WIB

Habib Abdurahman: Semangat Gotong Royong Jadi Kunci Pembangunan Kubu Raya di Tengah Keterbatasan Fiskal

18 Juli 2026 - 23:28 WIB

Antusiasme Warga Serbu Bazar Sembako Murah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Seluruh Paket Ludes Terjual

17 Juli 2026 - 10:13 WIB

Semarak HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam GERMAS

17 Juli 2026 - 10:11 WIB

Trending di Kubu Raya