Semangat Kartini Hidup dalam Dunia Jurnalistik, Jurnalis Perempuan Hadapi Tantangan di Lapangan - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Semangat Hari Kartini, Mahasiswa Didorong Terus Suarakan Kesetaraan Kejuaraan Futsal Mahasiswa Kalimantan Barat 2026 Resmi Ditutup, Untan Raih Juara Penandatanganan MoU Satyagatra, BKKBN Kalbar Gandeng Perguruan Tinggi dan Mitra Tingkatkan Layanan Keluarg Dugaan Investasi Bermasalah Mencuat di Pontianak, Tokoh Masyarakat Tuntut Pertanggungjawaban GMNI Kalbar Apresiasi Musrenbang Pemprov Kalbar yang Libatkan Masyarakat dan Pemuda HMI Cabang Kubu Raya Gelar Cek Kesehatan Gratis Jelang LK-II Nasional

Pontianak

Semangat Kartini Hidup dalam Dunia Jurnalistik, Jurnalis Perempuan Hadapi Tantangan di Lapangan

badge-check


					Semangat Kartini Hidup dalam Dunia Jurnalistik, Jurnalis Perempuan Hadapi Tantangan di Lapangan Perbesar

Gagasankalbar.com — Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April selalu menjadi momentum penting dalam meneguhkan semangat emansipasi perempuan di berbagai bidang, termasuk dunia jurnalistik. Di tengah tuntutan profesi yang tinggi, jurnalis perempuan terus berupaya menunjukkan eksistensi dan kontribusinya dalam menyuarakan kebenaran.

Salah satu jurnalis perempuan, Mira, yang ditemui pada Selasa (21/4/2026), membagikan pengalamannya selama menjalani profesi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa menjadi jurnalis perempuan bukanlah hal yang mudah, karena harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Sebagai jurnalis perempuan tentu banyak sekali ketakutan dan keberanian yang harus kutempuh. Tak jarang juga mendapat perlakuan tidak nyaman yang mengganggu ruang aman, terutama saat berhadapan dengan lawan jenis yang masih memandang perempuan sebagai objek semata,” ujarnya.

Mira juga mengaku beberapa kali mengalami catcalling hingga pelecehan verbal saat menjalankan tugas peliputan. Kondisi tersebut, menurutnya, seringkali harus dihadapi sendiri karena tuntutan pekerjaan dan minimnya ruang yang benar-benar aman bagi jurnalis perempuan.

“Beberapa kali aku mengalami catcalling dan pelecehan verbal di lapangan. Pada akhirnya sering harus disimpan sendiri, karena kondisi lapangan yang tidak selalu ramah. Aku lebih memilih menghindar daripada terjadi konflik, meskipun beberapa kali juga tetap menyampaikan rasa tidak nyaman,” tambahnya.

Ia juga menyoroti masih kuatnya budaya humor seksis yang kerap muncul dalam interaksi sehari-hari, yang secara tidak langsung memperkuat stereotip terhadap perempuan.

Meski demikian, Mira tetap merasa bangga dengan profesinya sebagai jurnalis. Ia meyakini bahwa peran jurnalis sangat penting dalam mengkritisi kebijakan dan dinamika kehidupan masyarakat.

“Aku senang dengan profesi ini. Menjadi jurnalis berarti melihat, mengamati, menulis, dan mengabadikan dalam sejarah tulisan. Mungkin tidak bisa langsung mengubah dunia, tapi setidaknya bisa membangun kesadaran dan menyentil hal-hal yang selama ini didiamkan,” tuturnya.

Peringatan Hari Kartini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Di tengah berbagai tantangan, semangat Kartini terus hidup dalam diri perempuan-perempuan yang berani bersuara dan memperjuangkan ruang yang lebih aman serta setara, termasuk di dunia jurnalistik

Baca Lainnya

Semangat Hari Kartini, Mahasiswa Didorong Terus Suarakan Kesetaraan

22 April 2026 - 16:25 WIB

Kejuaraan Futsal Mahasiswa Kalimantan Barat 2026 Resmi Ditutup, Untan Raih Juara

22 April 2026 - 16:23 WIB

Penandatanganan MoU Satyagatra, BKKBN Kalbar Gandeng Perguruan Tinggi dan Mitra Tingkatkan Layanan Keluarg

22 April 2026 - 16:21 WIB

Dugaan Investasi Bermasalah Mencuat di Pontianak, Tokoh Masyarakat Tuntut Pertanggungjawaban

22 April 2026 - 16:17 WIB

Peringatan Hari Kartini Jadi Momentum Soroti Peran Perempuan dalam Bidang Hukum

21 April 2026 - 15:53 WIB

Trending di Pontianak