Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Irjen Pol Pipit Rismanto di Polda Kalbar, GMKI Pontianak Minta Pergantian Kapolda - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antusiasme Warga Serbu Bazar Sembako Murah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Seluruh Paket Ludes Terjual Semarak HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam GERMAS Derahman: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Tantangan Fiskal Kubu Raya Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat Nelayan Hilang Kontak di perairan Teluk Cina Pulau Lemukutan di temukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR Gabungan

Berita Kalbar

Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Irjen Pol Pipit Rismanto di Polda Kalbar, GMKI Pontianak Minta Pergantian Kapolda

badge-check


Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Irjen Pol Pipit Rismanto di Polda Kalbar, GMKI Pontianak Minta Pergantian Kapolda Perbesar

Gagasankalbar.com – Dua tahun menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menuai kritik dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pontianak. Dalam refleksi dua tahun masa kepemimpinannya, GMKI menilai kepemimpinan Irjen Pipit belum memberikan perubahan signifikan terhadap institusi kepolisian di Kalbar.

Ketua GMKI Cabang Pontianak, Krisman, menyoroti lemahnya pengawasan internal oleh Kapolda terhadap perilaku dan kinerja anggota kepolisian. Ia menyatakan bahwa selama kepemimpinan Irjen Pipit, berbagai kasus yang melibatkan oknum anggota kepolisian mendapat sorotan tajam dari publik.

“Sebagai pemimpin, Kapolda seharusnya memperhatikan dan mengawasi kinerja serta perilaku seluruh anggotanya dalam menjalankan tugas sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar Krisman dalam keterangan persnya, Selasa (6/5).

GMKI juga menyoroti konflik lahan yang kerap terjadi di Kalbar, terutama di Kabupaten Bengkayang dan Ketapang. Krisman menilai Kapolda gagal menangani konflik tersebut yang bahkan menelan korban jiwa.

“Konflik lahan yang terus berulang hingga menyebabkan korban jiwa adalah bukti ketidakmampuan Kapolda dalam menyelesaikan persoalan agraria di Kalbar,” ungkapnya.

Salah satu kasus yang disorot adalah insiden penembakan yang menewaskan seorang ayah di Kabupaten Ketapang, yang disebut-sebut sebagai akibat kelalaian aparat. GMKI menyayangkan bahwa klarifikasi dari pihak kepolisian hanya muncul setelah kasus ini viral.

“Kasus ini sempat tenggelam, namun saat kembali diangkat oleh GMKI dan organisasi lainnya, barulah Kapolda memberikan klarifikasi. Ini menunjukkan bahwa tanpa viral, tidak ada keadilan,” kata Krisman.

Selain konflik agraria, GMKI juga menilai penanganan terhadap praktik mafia BBM bersubsidi di Kalbar masih lemah. Menurut Krisman, kelangkaan BBM bersubsidi sempat membaik setelah desakan publik, namun kembali memburuk karena tidak adanya pengawasan berkelanjutan dari pihak kepolisian.

“Kurangnya konsistensi pengawasan menyebabkan mafia BBM kembali beraksi. Ini menunjukkan bahwa penanganan oleh Polda Kalbar tidak tuntas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Atas berbagai alasan tersebut, GMKI Cabang Pontianak mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi dan mengganti Kapolda Kalbar.

“Kami berharap Kapolri segera melakukan pergantian Kapolda Kalbar agar ada perbaikan yang nyata dalam institusi kepolisian di wilayah ini,” tegas Krisman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah

17 Juli 2026 - 10:06 WIB

Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat

17 Juli 2026 - 00:19 WIB

AMCP Kalbar Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Polri

14 Juli 2026 - 19:24 WIB

DPD GMPK Kalbar Soroti Lambannya Pembahasan RUU Perampasan Aset, Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

13 Juli 2026 - 06:54 WIB

Dua Dai Kalimantan Barat Ikuti ToT Da’i-Daiyah FESYAR KTI 2026, Perkuat Dakwah Ekonomi Syariah di Era Digital

13 Juli 2026 - 06:47 WIB

Trending di Berita Kalbar