Gagasankalbar.com – Dewan Pakar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kalimantan Barat, Rizal Hamka, menekankan pentingnya kreativitas dan kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat.
Hal tersebut disampaikan Rizal Hamka saat menjadi pemateri dan keynote speaker dalam agenda Tanjungpura Law Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Justitia Club Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Senin (11/5).
Dalam pemaparannya, Rizal menyebut bahwa perkembangan dunia saat ini bergerak sangat cepat dan dipengaruhi oleh kemajuan teknologi berbasis AI.
“Dunia saat ini berubah begitu cepat. Dengan AI, segala kemungkinan dapat terjadi dalam sepersekian detik,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan pelaku UMKM.
Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan tidak seharusnya dipandang semata sebagai ancaman, melainkan sebagai tantangan baru yang perlu direspons dengan kreativitas dan inovasi manusia.
Ia menegaskan bahwa manusia memiliki kemampuan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
“Manusia mampu tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga menciptakan makna,” kata Rizal.
Lebih lanjut, Rizal Hamka menilai ancaman terbesar di era transformasi digital bukanlah keberadaan AI itu sendiri, melainkan ketidakmauan manusia untuk berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Ancaman sebenarnya bukan AI, tetapi manusia yang tidak mau beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” tegasnya.
Ia juga mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, literasi digital, dan keberanian berinovasi agar mampu bersaing di tengah perubahan global yang semakin dinamis.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat serta akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura sebagai bagian dari forum diskusi mengenai hukum, teknologi, dan ekonomi kreatif di era modern.










