Gelombang Mogok Nakes di Daerah Jadi Sorotan, Mahasiswa Poltekkes Pontianak Desak Reformasi Kesejahteraan - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kondisi SDN 52 Sungai Raya Memprihatinkan, Guru dan Siswa Bertahan dengan Fasilitas Seadanya Spanyol Singkirkan Prancis 2-0, Melaju ke Final Piala Dunia 2026 UM Metro Kirim Empat Mahasiswa ke Akademi Sejarawan Muhammadiyah Batch 1 di Yogyakarta AMCP Kalbar Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Polri Tim SAR Gabungan Temukan Bocah yang Jatuh ke Sungai Landak dalam Kondisi Meninggal Dunia Game PS2 yang Tak Akan Terlupakan Anak Rental, Penuh Kenangan dan Nostalgia

Pontianak

Gelombang Mogok Nakes di Daerah Jadi Sorotan, Mahasiswa Poltekkes Pontianak Desak Reformasi Kesejahteraan

badge-check


Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana Perbesar

Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana

Gagasankalbar.com – Gelombang mogok kerja tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah daerah kembali menyoroti persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan di Indonesia. Rendahnya gaji dan ketimpangan jasa medis dinilai menjadi ancaman serius bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebanyak 104 tenaga kesehatan PPPK paruh waktu menghentikan pelayanan karena hanya menerima gaji sekitar Rp400 ribu per bulan. Sementara di Lombok Tengah, 1.530 tenaga kesehatan PPPK paruh waktu mengancam mogok kerja lantaran honor yang diterima hanya sekitar Rp200 ribu per bulan.

Presiden Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana, yang ditemui pada Senin (11/5/2026), menilai kondisi tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem kesejahteraan tenaga kesehatan.

“Kesejahteraan tenaga kesehatan adalah fondasi pelayanan publik. Jika fondasi ini rapuh, maka seluruh bangunan sistem kesehatan akan runtuh. Kalimantan Barat tidak boleh menjadi panggung tragedi mogok kerja seperti di daerah lain,” ujar Fadil.

Ia menegaskan pemerintah harus memastikan gaji dan insentif tenaga kesehatan dibayarkan secara layak dan tepat waktu agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.

“Jangan biarkan tenaga kesehatan diperlakukan seperti buruh murah. Bangsa yang menyepelekan tenaga kesehatan sejatinya sedang menggali kuburnya sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, tanpa reformasi kesejahteraan yang serius, krisis tenaga kesehatan berpotensi berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik di berbagai daerah.

Baca Lainnya

Polda Kalbar Hadiri Pembukaan Muswil FL2MI di Polnep Ajak Pemuda Kawal Kebijakan Secara Konstruktif

12 Juli 2026 - 09:39 WIB

Jelang Temu Karya, Keterbukaan Penjaringan Calon Ketua Karang Taruna Kabupateen/Kota Jadi Harapan Kader

8 Juli 2026 - 09:11 WIB

Solmadapar Desak PLN Kalbar Berikan Kompensasi atas Pemadaman Listrik

7 Juli 2026 - 23:58 WIB

Mantan Anggota Polres Melawi Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Narkotika, Kuasa Hukum Siapkan Banding

6 Juli 2026 - 12:26 WIB

Soroti Pemadaman Listrik di Kalbar, Solmadapar Tuntut Transparansi dan Kompensasi untuk Pelanggan

5 Juli 2026 - 23:06 WIB

Trending di Pontianak