Perang Rating di Google Maps: Netizen Indonesia Serbu Hutan Amazon Usai Gunung Rinjani Dihujani Bintang 1 - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Empat Perguruan Tinggi Kalbar Ikuti Tahap Eliminasi Debat Penegakan Hukum Pemilu Antrean BBM Kembali Mengular, GMKI Kalbar Desak Pertamina Benahi Distribusi dan Terapkan Barcode Motor Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya Ganggu Layanan Ojol, Driver Ojol Minta Pasokan Segera Stabil Guru Sains di Singkawang Dibekali STEM Learning Kit untuk Mitigasi Banjir Karhutla di Kubu Raya Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air Raker MAN 2 Pontianak Resmi Dibuka, Kakanwil Kemenag Kalbar Dorong Penguatan Komitmen dan Budaya Kerja

Nasional

Perang Rating di Google Maps: Netizen Indonesia Serbu Hutan Amazon Usai Gunung Rinjani Dihujani Bintang 1

badge-check


Perang Rating di Google Maps: Netizen Indonesia Serbu Hutan Amazon Usai Gunung Rinjani Dihujani Bintang 1 Perbesar

Gagasankalbar.com – Jagat maya kembali dihebohkan dengan aksi saling balas antarwarganet Indonesia dan Brasil di platform Google Maps. Ribuan netizen Indonesia diketahui memberikan rating bintang 1 pada destinasi wisata Hutan Amazon, Brasil, sebagai respons atas hujan kritik dan rating rendah yang sebelumnya diberikan oleh netizen Brasil terhadap Gunung Rinjani, Lombok.

Peristiwa ini dipicu oleh insiden tragis yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins (26), yang jatuh ke jurang sedalam 500–600 meter saat menuruni puncak Gunung Rinjani pada 21 Juni 2025. Proses evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari memicu gelombang kekecewaan dari warganet Brasil, yang melampiaskan kemarahan dengan membanjiri laman Gunung Rinjani di Google Maps dengan ulasan negatif dan rating bintang 1.

Sebagai bentuk “balasan digital”, warganet Indonesia kemudian menyerbu laman Hutan Amazon dengan ulasan serupa. Sejumlah komentar bernada satir dan sindiran keras bermunculan, antara lain:

  • “Di Amazon banyak anakonda dan siluman ular. Jangan ke sini.” – She CW

  • “Tempat berbahaya di dunia, jangan datang ke sini.” – Adam Hidayat

  • “Tidak layak disebut paru-paru dunia jika dibiarkan terbakar setiap tahun.”

Meski mendapat ribuan ulasan negatif baru, rating Hutan Amazon tercatat belum mengalami penurunan signifikan dan masih bertahan di kisaran 4,0 dari lebih dari 12.500 ulasan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia maupun Brasil terkait fenomena “perang rating” ini. Sejumlah pengamat media digital menilai aksi tersebut mencerminkan bagaimana platform ulasan daring kini bisa menjadi sarana protes yang melintasi batas negara, namun juga berisiko merusak reputasi destinasi wisata secara tidak adil.

Pakar pariwisata mengimbau masyarakat agar tidak mencampuradukkan emosi atau kekecewaan terhadap insiden tertentu dengan penilaian terhadap kualitas destinasi wisata secara umum. Penilaian yang tidak obyektif dinilai dapat berdampak buruk bagi industri pariwisata kedua negara dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UM Metro Kirim Empat Mahasiswa ke Akademi Sejarawan Muhammadiyah Batch 1 di Yogyakarta

16 Juli 2026 - 00:05 WIB

Inovasi Wondr by BNI: Fitur Canggih Ini Otomatis Blokir Transaksi Saat Ada Telepon Masuk

4 Juli 2026 - 06:21 WIB

Perangi Pinjol Ilegal, AFPI dan PWI Siapkan Kerja Sama Literasi Keuangan

19 Juni 2026 - 02:15 WIB

Diskusi di UGM Ricuh, Mahasiswa Geruduk Acara dan Hadang Kendaraan Pejabat

16 Juni 2026 - 12:04 WIB

Dekan Fakultas Hukum UM Pontianak Raih Predikat Wisudawan Terbaik PDIH UNISSULA

15 Juni 2026 - 13:40 WIB

Trending di Nasional