AGMDB Kalbar Tegaskan Gerakan Murni Inisiatif Organisasi, Minta Publik Tak Berspekulasi - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Pemkot Pontianak Terbuka terhadap Wacana Perda LGBT, Tekankan Kajian Komprehensif DPRD Kota Pontianak Dorong Regulasi Nasional Terkait LGBT PDA Pontianak Luncurkan Posbakum, Prioritaskan Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu, Perempuan Rentan, dan Anak Tim Dalkarhutla KPH Kubu Raya Terus Berjuang Padamkan Karhutla di Rasau Jaya Umum PDA Aisyiyah Kubu Raya dan MTs Khulafaur Rasyidin Teken MoU Program Pendidikan & Edukasi Hukum di Lingkungan Pesantren Mts Khulafaur Rasyidin Hadirkan Dosen FH Untan, Bekali 400 santri Edukasi Hukum Pencegahan Bullying

Berita Kalbar

AGMDB Kalbar Tegaskan Gerakan Murni Inisiatif Organisasi, Minta Publik Tak Berspekulasi

badge-check


AGMDB Kalbar Tegaskan Gerakan Murni Inisiatif Organisasi, Minta Publik Tak Berspekulasi Perbesar

Gagasankalbar.com – Juru Bicara Aliansi Generasi Muda Dayak Bersatu (AGMDB) Kalimantan Barat, Leo Kumbang, meminta masyarakat tidak “kebakaran jenggot” menyikapi viralnya pernyataan sikap AGMDB terkait dugaan kasus korupsi di Kalimantan Barat yang menyeret nama Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Leo menegaskan, pernyataan sikap yang beredar di media sosial merupakan murni inisiatif sejumlah organisasi kepemudaan dan bukan mengatasnamakan seluruh pemuda Dayak di Kalimantan Barat.

Menurutnya, gerakan tersebut diinisiasi oleh sejumlah organisasi seperti Bala Saribu, Pantak 7 Talino, Dayak Ganteng Bapage, Tangkitn Janawi, serta beberapa organisasi kepemudaan lainnya.

“Jadi tidak benar bahwa kami menggunakan nama organisasi Pemuda Dayak Kalimantan Barat (PDKB), karena tidak semua pemuda Dayak bergabung di organisasi itu dan tidak semua pernyataan Ketua PDKB mewakili pemuda Dayak di Kalbar secara keseluruhan,” tegas Leo dalam keterangannya.

Leo menyebut gerakan tersebut lahir dari keresahan terhadap polemik dugaan korupsi yang dinilai belum memiliki kepastian hukum yang jelas. Menurutnya, kondisi itu terus menjadi perbincangan publik dan berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Ia mengatakan AGMDB menginginkan Kalimantan Barat tetap aman, damai, dan kondusif agar roda pembangunan daerah dapat berjalan tanpa terganggu polemik berkepanjangan.

“Gerakan kami ini murni inisiatif kami. Tidak ada arahan maupun instruksi dari pihak atau tokoh mana pun seperti yang dituduhkan. Kami memandang persoalan yang menggantung ini tidak baik dan terus menjadi pembahasan di masyarakat maupun media sosial,” ujarnya.

Leo juga menilai ketegasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi diperlukan agar situasi di Kalimantan Barat tidak terus dipenuhi spekulasi publik.

“Kami hanya meminta ketegasan KPK. Benar katakan benar, salah katakan salah. Tidak ada embel-embel lain,” katanya.

Selain itu, Leo meminta pihak luar tidak mencampuri persoalan adat yang berkembang di internal masyarakat Dayak. Menurutnya, adat tidak selalu bermakna negatif, melainkan dapat menjadi bentuk penegasan dalam menjaga marwah dan ketertiban sosial.

“Mengenai adat yang akan dijalankan, kami minta jangan ikut campur masalah adat kami. Tidak selamanya adat itu jahat atau buruk, tapi ada juga adat sebagai bentuk penegasan. Jadi jangan kebakaran jenggotlah,” tutup Leo.

Baca Lainnya

Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah

17 Juli 2026 - 10:06 WIB

Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat

17 Juli 2026 - 00:19 WIB

AMCP Kalbar Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Polri

14 Juli 2026 - 19:24 WIB

DPD GMPK Kalbar Soroti Lambannya Pembahasan RUU Perampasan Aset, Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

13 Juli 2026 - 06:54 WIB

Dua Dai Kalimantan Barat Ikuti ToT Da’i-Daiyah FESYAR KTI 2026, Perkuat Dakwah Ekonomi Syariah di Era Digital

13 Juli 2026 - 06:47 WIB

Trending di Berita Kalbar