Pembentukan Satgas Khusus Pemberantasan Premanisme di Kota Pontianak: Solusi atas Keresahan Warga atau Seremoni Semata? - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Australia Taklukkan Turki 2-0 di Penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 Skotlandia Amankan Tiga Poin Perdana, Taklukkan Haiti 1-0 di Grup C Piala Dunia 2026 Polsek Belitang Hilir Bongkar Arena Sabung Ayam di Dusun Beruduk Qatar Selamat dari Kekalahan, Tahan Imbang Swiss 1-1 di Grup B Brasil Ditahan Imbang Maroko 1-1 di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026 Zuri Hotel Management Himpun 600 Kantong Darah

Pontianak

Pembentukan Satgas Khusus Pemberantasan Premanisme di Kota Pontianak: Solusi atas Keresahan Warga atau Seremoni Semata?

badge-check


Pembentukan Satgas Khusus Pemberantasan Premanisme di Kota Pontianak: Solusi atas Keresahan Warga atau Seremoni Semata? Perbesar

Gagasankalbar.com – Pontianak dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Mobilitas orang dan barang begitu tinggi, dari pasar tradisional hingga pelabuhan internasional. Aktivitas ekonomi yang bergeliat ini tentu sangat bergantung pada satu hal: stabilitas keamanan. Tanpa rasa aman, roda perdagangan bisa tersendat dan kepercayaan investor ikut tergerus.

Namun di balik geliat ekonomi itu, keresahan warga terhadap premanisme masih nyata. Pungutan liar, intimidasi terhadap pedagang, hingga praktik pemerasan di kawasan-kawasan tertentu bukan cerita baru di Pontianak. Bagi sebagian pelaku usaha, premanisme adalah “biaya tak resmi” yang membebani mereka, sementara bagi masyarakat kecil, ia menjadi sumber ketakutan yang menggerus kenyamanan hidup di kota ini.

Di tengah keresahan itu, pelantikan Satgas Khusus Pemberantasan Premanisme di Kota Pontianak baru-baru ini memberi harapan sekaligus pertanyaan. Harapan bahwa pemerintah bersama aparat penegak hukum benar-benar serius memberantas praktik premanisme yang merugikan banyak pihak. Namun pertanyaan juga muncul: apakah Satgas ini akan bergerak konsisten, atau sekadar hadir sebagai seremoni belaka?

Satgas tentu diharapkan lebih dari sekadar pasukan simbolis. Masyarakat menunggu bukti konkret: menurunnya laporan pungli, berkurangnya intimidasi di pasar, serta meningkatnya rasa aman warga dalam beraktivitas. Tanpa capaian itu, keberadaan Satgas dikhawatirkan hanya menambah deretan acara pelantikan tanpa tindak lanjut.

Bagi Pontianak, pemberantasan premanisme bukan sekadar agenda keamanan, tetapi agenda ekonomi. Sebab kota yang hidup dari perdagangan dan jasa tidak boleh kompromi dengan praktik kejahatan jalanan. Stabilitas menjadi modal dasar untuk menjaga iklim usaha tetap sehat, mendorong investasi, dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut.

Karena itu, Satgas harus bekerja dengan tiga prioritas nyata. Pertama, menyasar langsung praktik premanisme di titik-titik vital seperti pasar, pelabuhan, terminal, dan pusat hiburan. Kedua, melibatkan masyarakat melalui mekanisme laporan cepat dan perlindungan saksi agar warga berani bersuara tanpa takut dibalas. Ketiga, memastikan proses hukum berjalan transparan sehingga tidak ada ruang bagi kompromi antara aparat dan pelaku.

Jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten, maka Satgas bukan hanya menjawab keresahan jangka pendek, melainkan juga memperkuat fondasi keamanan kota dalam jangka panjang. Pada akhirnya, keberadaan Satgas akan terbukti bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen serius Kota Pontianak menjaga stabilitas dan masa depan ekonominya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Meigi Alrianda Ajukan Justice Collaborator ke LPSK dan Laporkan Sejumlah Oknum Polri ke Mabes Polri

14 Juni 2026 - 10:33 WIB

Kepengurusan Mangkok Merah Resmi Dilantik, Siap Lestarikan Adat dan Bersinergi Jaga Kondusivitas Kalbar

13 Juni 2026 - 06:39 WIB

Kundori Minta Anggota PWI Kalbar Pahami Kode Etik dan Pertahankan Profesionalisme

12 Juni 2026 - 06:13 WIB

Workshop Gesit Maju Digital Dorong Perempuan Kembangkan Usaha Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal

10 Juni 2026 - 03:51 WIB

OKK PWI Kalbar 2026 Perkuat Profesionalisme Wartawan di Era Digital

9 Juni 2026 - 12:15 WIB

Trending di Pontianak