LIMINAL.0 Gelar “12 Jam Menari”: Ritual Gerak Kolektif Rayakan Hari Tari Dunia di Bukit Bumintara Singkawang - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Belukar, Pebisnis Modal Liur yang Lebih Lincah dari Sales Asuransi IMABA Kalimantan Barat Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial dan Tolak Diskriminasi terhadap Santri serta Pesantren Bukan Salahmu Menjadi Perempuan: Sebuah Refleksi tentang Perempuan dan Kesetaraan KKM Kelompok 23 FISIP UNTAN Gelar Program “Aku Punya Mimpi” di SDN 04 Sepatah 30 Petani JARINGPEDAS Mempawah Perkuat Kapasitas Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha Polresta Pontianak Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling, Dua Tersangka Ditangkap

Singkawang

LIMINAL.0 Gelar “12 Jam Menari”: Ritual Gerak Kolektif Rayakan Hari Tari Dunia di Bukit Bumintara Singkawang

badge-check


LIMINAL.0 Gelar “12 Jam Menari”: Ritual Gerak Kolektif Rayakan Hari Tari Dunia di Bukit Bumintara Singkawang Perbesar

Gagasankalbar.com – Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia, kolektif tari LIMINAL.0 menyelenggarakan “12 Jam Menari”, sebuah ritual gerak kolektif yang berlangsung pada Selasa, 29 April 2026 di Bukit Bumintara, Singkawang.

‎Acara dimulai sejak matahari terbit pukul 05.15 WIB dan berakhir tepat saat matahari terbenam atau disaat azan sholat maghrib berkumandang sekitar pukul 17.48 WIB. Selama 12 jam lebih , tubuh-tubuh menempati ruang, bergerak, dan merayakan tari sebagai tindakan paling purba manusia.

‎Yang membedakan acara ini adalah komitmen durasi. Dua orang penari LIMINAL.0 (Firsi Juniantha dan Juni sahrizal), benar-benar menari atau terus bergerak selama 12 jam tanpa jeda. Aktivitas dasar seperti makan, minum, hingga beristirahat sejenak dilakukan dalam kesadaran gerak, menjadi bagian dari koreografi itu sendiri. Sedangkan beberapa penari yang lain mulai bergabung setelah pukul 12.00 WIB.

‎“Ini adalah upaya kami kembali ke titik 0,” ujar [Firsi Juniantha], penggagas LIMINAL.0. “Sebelum gerak menjadi tarian, sebelum tubuh menjadi pertunjukan. Kami ingin mengalami tari bukan sebagai produk, tapi sebagai laku hidup selama 12 jam.”

‎Fenomena menarik terjadi di lapangan. Banyak pengunjung yang awalnya hanya berniat menonton, secara spontan ikut melebur ke dalam lingkaran gerak. Hingga matahari terbenam, Bukit Bumintara dipenuhi oleh tubuh-tubuh yang menari bersama tanpa sekat antara penampil dan penonton.

‎Acara ini tidak berjalan sendiri. “12 Jam Menari” mendapat dukungan penuh dari jejaring kolektif seni Singkawang dan Pontianak, meliputi komunitas Lubang Tanam, Manangkata, BalaanTumaan, Singkawang Art Laboratory , Sincaka, BadStayle Artware. Dipenghujung kegiatan, sejumlah seniman musik dan teater turut merayakan Hari Tari Dunia dengan cara mereka sendiri melalui performance art dan improvisasi musik eksperimental. Ruang menjadi hidup oleh bunyi, tubuh, dan rupa.

‎Bukit Bumintara dipilih sebagai lokasi karena posisinya sebagai ruang liminal: antara kota dan alam, antara yang sakral dan yang sehari-hari. Latar ini menguatkan konsep LIMINAL.0 tentang ruang antara—tempat segala kemungkinan muncul sebelum menjadi bentuk.

‎“12 Jam Menari” adalah penanda bahwa tari tidak hanya hidup di panggung, tetapi di bukit, di napas, dan di kebersamaan. LIMINAL.0 berkomitmen untuk terus membuat ruang-ruang perjumpaan gerak dan memajukan Seni Tari Kontemporer di Kalimantan Barat.

‎Instagram: @liminal.0_

Baca Lainnya

Guru Sains di Singkawang Dibekali STEM Learning Kit untuk Mitigasi Banjir

27 Juli 2026 - 21:52 WIB

Keberagaman Singkawang: Pilar Persatuan dan Teladan Kerukunan Nasional

25 Juli 2026 - 08:09 WIB

Habe Series #4 Singkawang

18 April 2026 - 17:45 WIB

Ormas hingga Club Motor di Singkawang Kompak Tolak Tawuran dan Balap Liar

11 Maret 2026 - 21:47 WIB

Lazismu Kalbar Gelar Rakerwil 2026, Perkuat Inovasi Sosial Berkelanjutan

26 Januari 2026 - 11:40 WIB

Trending di Singkawang