Gagasankalbar.com – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Pontianak menggelar kegiatan ziarah kubur dan haul ketiga almarhum Viryan Aziz, tokoh nasional dan mantan Komisioner KPU RI. Acara berlangsung di Graha Masjid An-Nur, HMI Cabang Pontianak, Jalan K.H. Wahid Hasyim No. 229A, Kota Pontianak, sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum dan para alumni HMI yang telah wafat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diprakarsai oleh Ketua MD KAHMI Pontianak, Isnadi, yang juga menyampaikan sambutan pembuka. Ia menegaskan bahwa haul tidak hanya ditujukan untuk mengenang Viryan Aziz, tetapi juga menjadi ruang kolektif untuk mendoakan seluruh alumni HMI yang telah meninggal dunia.
“Haul ini adalah bentuk cinta dan penghargaan atas perjuangan serta pengabdian almarhum Viryan Aziz, juga sahabat-sahabat alumni lainnya. Semangat mereka akan terus hidup bersama HMI,” ujar Isnadi.
Acara ini dihadiri oleh kader aktif HMI dan para alumni dari berbagai angkatan. Kehadiran mereka mencerminkan solidaritas dan semangat silaturahmi lintas generasi dalam keluarga besar HMI.
Istri almarhum, Dina Diana, turut hadir dan menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar HMI. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang terus diberikan serta mengajak HMI agar tetap menjadi motor penggerak perubahan dengan melahirkan kader-kader terbaik.
Sementara itu, Subhan Noviar, mantan Ketua MD KAHMI Pontianak, mengenang saat almarhum memutuskan maju kembali sebagai calon Komisioner KPU RI. “Beliau adalah pribadi yang memiliki integritas tinggi, komitmen, dan ketulusan dalam bekerja untuk bangsa,” katanya.
Yunda Laily, istri dari almarhum Awang—salah seorang alumni HMI—menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat menjadi tradisi yang terus dilestarikan. “Kami sangat tersentuh atas perhatian yang diberikan. Semoga almarhum dan seluruh sahabat yang telah berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Refleksi juga disampaikan oleh Darmaely, yang menekankan pentingnya menjaga warisan intelektual dan nilai perjuangan HMI. Ia mengajak generasi muda HMI untuk terus menghidupkan semangat kaderisasi dan pengabdian kepada masyarakat. “HMI bukan sekadar organisasi, melainkan jalan perjuangan yang harus terus diperbarui oleh generasi penerus,” ujarnya.
Acara dipandu oleh Salim dan diisi dengan doa bersama serta refleksi nilai perjuangan yang diwariskan para alumni. Kegiatan ditutup dalam suasana penuh penghormatan, kekhidmatan, dan kekeluargaan. ***









