Cahaya Kota Meredup: Kritik HMI Cabang Kota Pontianak atas Lambannya Penanganan PJU Waterfront - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kuasa Hukum Dampingi Petani Sawit Kubu Raya Korban Dugaan Penipuan dan Pencemaran Nama Baik Desa Punggur Kapuas Kampanyekan PHBS melalui SPALD-S Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Sungai Raya Kubu Raya Belukar, Pebisnis Modal Liur yang Lebih Lincah dari Sales Asuransi IMABA Kalimantan Barat Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial dan Tolak Diskriminasi terhadap Santri serta Pesantren Bukan Salahmu Menjadi Perempuan: Sebuah Refleksi tentang Perempuan dan Kesetaraan

Pontianak

Cahaya Kota Meredup: Kritik HMI Cabang Kota Pontianak atas Lambannya Penanganan PJU Waterfront

badge-check


Cahaya Kota Meredup: Kritik HMI Cabang Kota Pontianak atas Lambannya Penanganan PJU Waterfront Perbesar

Gagasankalbar.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Pontianak melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) menyampaikan kritik terhadap lambannya penangana Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan waterfront Kota Pontianak yang padam hampir sepekan terakhir.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, terlebih di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ketika aktivitas warga di ruang publik meningkat.

Erlangga dari Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Kota Pontianak mengatakan kawasan waterfront merupakan salah satu ikon wisata utama kota yang seharusnya mendapatkan perhatian serius dalam hal pemeliharaan fasilitas publik, termasuk penerangan jalan umum.

“Sudah hampir sepekan lampu penerangan jalan umum di kawasan waterfront tidak berfungsi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat mengenai kecepatan respons pemerintah dalam menangani fasilitas publik yang bermasalah,” ujarnya.

Menurut Erlangga, pemadaman hanya terjadi pada lampu penerangan jalan umum di kawasan tersebut, sementara listrik di rumah warga sekitar tetap menyala normal. Hal ini mengindikasikan adanya persoalan pada pengelolaan atau perawatan fasilitas penerangan publik.

Keluhan juga datang dari pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan pada aktivitas malam di kawasan tersebut. Salah satu pedagang mengaku omzetnya menurun sejak kawasan waterfront menjadi gelap pada malam hari.

“Biasanya bulan puasa ramai untuk berbuka atau ngabuburit. Sekarang pengunjung berkurang karena suasananya gelap dan terasa kurang nyaman,” ujarnya.

Selain berdampak pada aktivitas ekonomi, minimnya penerangan juga dinilai dapat mengurangi rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tepian Sungai Kapuas pada malam hari.

HMI Cabang Kota Pontianak menilai bahwa sebagai ikon wisata dengan branding *“Delightful Pontianak: The Equator Riverside City”*, kawasan waterfront seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam hal perawatan infrastruktur dasar.

Melalui pernyataan resminya, HMI Cabang Kota Pontianak mendesak Pemerintah Kota Pontianak dan instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera memperbaiki lampu penerangan jalan tersebut.

“Penerangan yang layak di ruang publik bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keamanan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Erlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polresta Pontianak Bongkar Perdagangan Sisik Trenggiling, Dua Tersangka Ditangkap

6 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Polresta Pontianak Ungkap Lima Kasus Curanmor, Tiga Tersangka Ditangkap

6 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Menghidupkan Tradisi Leluhur: Warga RT 002/RW 003 Tanjung Hulu Gelar Aksi Gotong Royong demi Mitigasi Perubahan Iklim dan Cegah Banjir

2 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Eka Nurhayati Ishak Tekankan Pentingnya Pendampingan Hukum bagi Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan

2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker

23 Juli 2026 - 02:07 WIB

Trending di Pontianak