GMNI Pontianak Serukan Evaluasi Kebijakan Ketenagakerjaan Jelang May Day 2026 - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kondisi SDN 52 Sungai Raya Memprihatinkan, Guru dan Siswa Bertahan dengan Fasilitas Seadanya Spanyol Singkirkan Prancis 2-0, Melaju ke Final Piala Dunia 2026 UM Metro Kirim Empat Mahasiswa ke Akademi Sejarawan Muhammadiyah Batch 1 di Yogyakarta AMCP Kalbar Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Polri Tim SAR Gabungan Temukan Bocah yang Jatuh ke Sungai Landak dalam Kondisi Meninggal Dunia Game PS2 yang Tak Akan Terlupakan Anak Rental, Penuh Kenangan dan Nostalgia

Pontianak

GMNI Pontianak Serukan Evaluasi Kebijakan Ketenagakerjaan Jelang May Day 2026

badge-check


GMNI Pontianak Serukan Evaluasi Kebijakan Ketenagakerjaan Jelang May Day 2026 Perbesar

Gagasankalbar.com — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pontianak, Mahardhika, menyampaikan sikap kritis terhadap kondisi buruh di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.

Dalam keterangannya pada Selasa (28/4/2026), Mahardhika menyoroti masih banyaknya persoalan ketenagakerjaan yang belum terselesaikan. Ia menyebut, momentum May Day harus menjadi ajang menyuarakan realitas yang dihadapi para buruh dan kaum marhaen.

“Di momentum May Day ini, kami ingin menyerukan keluhan dari para buruh, para kaum marhaen yang masih merasakan penderitaan, yang masih merasakan eksploitasi manusia terhadap manusia dan masih belum merasakan seutuhnya apa itu menjadi masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945,” ujar Mahardhika.

Pernyataan tersebut disampaikan bersama jajaran pengurus dan kader DPC GMNI Pontianak sebagai bagian dari refleksi menjelang peringatan May Day di Kota Pontianak.

Mahardhika menegaskan, hingga kini masih ditemukan berbagai persoalan mendasar di sektor ketenagakerjaan, seperti upah yang belum layak, minimnya jaminan sosial, praktik kerja yang tidak manusiawi, serta lemahnya perlindungan terhadap buruh di sejumlah sektor industri.

Sebagai bentuk komitmen, DPC GMNI Pontianak menyampaikan sejumlah langkah strategis, di antaranya mendorong pemerintah daerah untuk lebih tegas dalam pengawasan dan penegakan regulasi ketenagakerjaan, mengajak mahasiswa serta pemuda terlibat aktif dalam advokasi isu perburuhan, serta membuka ruang dialog antara buruh, mahasiswa, dan pemangku kebijakan.

Mahardhika menekankan bahwa peringatan May Day tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan momentum refleksi atas perjuangan panjang kaum marhaen dalam menuntut keadilan sosial.

“Kami berdiri bersama buruh dan mendukung penuh upaya-upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh pekerja,” tegasnya.

DPC GMNI Pontianak berharap, peringatan May Day 2026 dapat menjadi titik penguatan solidaritas antara mahasiswa dan buruh dalam memperjuangkan hak-hak yang lebih adil, layak, dan manusiawi di Kalimantan Barat.

Baca Lainnya

Polda Kalbar Hadiri Pembukaan Muswil FL2MI di Polnep Ajak Pemuda Kawal Kebijakan Secara Konstruktif

12 Juli 2026 - 09:39 WIB

Jelang Temu Karya, Keterbukaan Penjaringan Calon Ketua Karang Taruna Kabupateen/Kota Jadi Harapan Kader

8 Juli 2026 - 09:11 WIB

Solmadapar Desak PLN Kalbar Berikan Kompensasi atas Pemadaman Listrik

7 Juli 2026 - 23:58 WIB

Mantan Anggota Polres Melawi Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Narkotika, Kuasa Hukum Siapkan Banding

6 Juli 2026 - 12:26 WIB

Soroti Pemadaman Listrik di Kalbar, Solmadapar Tuntut Transparansi dan Kompensasi untuk Pelanggan

5 Juli 2026 - 23:06 WIB

Trending di Pontianak