Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Emak-Emak “Pejuang Rupiah” Tolak Penghentian MBG dan Desak Berantas Korupsi Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Anak Tenggelam di Danau Biru Sintang Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Pontianak Gelar Bazar Murah dan Hiburan Rakyat Pemkab Ketapang Perkuat Instrumen Perlindungan Anak di Satuan Pendidikan, Siap Bentuk Pokja BSAN Meigi Alrianda Ungkap Kronologi Penangkapan dan Dugaan Penyimpangan dalam Penanganan Kasus Atlet Disabilitas Kubu Raya Raih Medali Perunggu di Grand Prix Tunisia 2026

Pontianak

Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut

badge-check


Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut Perbesar

Gagasankalbar.com – Kabut asap kembali mengancam. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan melahap kawasan Parit 2 Ujung, tepatnya di Gang Rindu Alam Asri, Kota Pontianak, pada Jumat (23/1/2026).

Menanggapi situasi tersebut, Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) bersama Regu Manggala Agni Daops Pontianak langsung diterjunkan ke titik api guna memutus rantai kebakaran agar tidak semakin meluas.

Di lapangan, perjuangan petugas tidaklah mudah. Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, membeberkan bahwa akses air menjadi batu sandungan utama dalam proses pemadaman kali ini.

“Kendala terbesar kami adalah sumber air yang jaraknya cukup jauh dari lokasi. Ini sangat menyulitkan, apalagi yang terbakar adalah lahan gambut,” ungkap Florensius di sela-sela upaya pemadaman.

Karakteristik gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan tanah membuat api sulit ditaklukkan hanya dengan penyiraman biasa. Menurutnya, butuh volume air yang sangat besar untuk memastikan “api dalam” benar-benar mati.

Agar kebakaran tidak merembet ke pemukiman atau lahan produktif lainnya, tim gabungan menerapkan strategi sekat bakar. Petugas membersihkan vegetasi di sekitar titik api dan membasahi area perbatasan secara intensif.

“Langkah awal kami adalah membatasi pergerakan api. Kami fokus memadamkan bagian ‘kepala api’ dan membuat sekat agar api tidak melompat ke area lain,” tambahnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, para pejuang api masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat cuaca panas dan angin kencang yang berisiko memicu kebakaran susulan. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Emak-Emak “Pejuang Rupiah” Tolak Penghentian MBG dan Desak Berantas Korupsi

20 Juni 2026 - 10:07 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Pontianak Gelar Bazar Murah dan Hiburan Rakyat

20 Juni 2026 - 09:57 WIB

Meigi Alrianda Ungkap Kronologi Penangkapan dan Dugaan Penyimpangan dalam Penanganan Kasus

19 Juni 2026 - 11:23 WIB

BEM Polnep Gelar Aksi Peringatan 26 Tahun Juni Berdarah di Depan Polda Kalbar

19 Juni 2026 - 11:15 WIB

Kantor SAR Pontianak Laksanakan Siaga SAR Khusus Festival Bakcang di Sungai Kapuas

19 Juni 2026 - 11:08 WIB

Trending di Pontianak