Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Pengacara Meigi Alrianda Soroti Kejanggalan Fatal Penyidikan Narkotika di PN Pontianak Jaringan Rumah Diskusi Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Puluhan Pemuda Pontianak Serukan “Papua Bukan Tanah Kosong” Lonjakan Pinjol dan Rendahnya Literasi Keuangan Jadi Ancaman Ekonomi Rumah Tangga INFRASTRUKTUR DI DESA BALAI AGAS MELAWI MEMPRIHATINKAN: GMKI MENDESAK PEMERINTAH SEGERA TINDAK LANJUTI Diskusi Publik Literasi “Literasi Sebagai Pilar Generasi Emas Indonesia 2045” Sukses Terlaksana Sinergi Aparatur, Pemuda, dan Mahasiswa Diperkuat Melalui Edukasi Ketertiban di Kubu Raya

Pontianak

Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut

badge-check


					Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut Perbesar

Gagasankalbar.com – Kabut asap kembali mengancam. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan melahap kawasan Parit 2 Ujung, tepatnya di Gang Rindu Alam Asri, Kota Pontianak, pada Jumat (23/1/2026).

Menanggapi situasi tersebut, Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) bersama Regu Manggala Agni Daops Pontianak langsung diterjunkan ke titik api guna memutus rantai kebakaran agar tidak semakin meluas.

Di lapangan, perjuangan petugas tidaklah mudah. Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, membeberkan bahwa akses air menjadi batu sandungan utama dalam proses pemadaman kali ini.

“Kendala terbesar kami adalah sumber air yang jaraknya cukup jauh dari lokasi. Ini sangat menyulitkan, apalagi yang terbakar adalah lahan gambut,” ungkap Florensius di sela-sela upaya pemadaman.

Karakteristik gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan tanah membuat api sulit ditaklukkan hanya dengan penyiraman biasa. Menurutnya, butuh volume air yang sangat besar untuk memastikan “api dalam” benar-benar mati.

Agar kebakaran tidak merembet ke pemukiman atau lahan produktif lainnya, tim gabungan menerapkan strategi sekat bakar. Petugas membersihkan vegetasi di sekitar titik api dan membasahi area perbatasan secara intensif.

“Langkah awal kami adalah membatasi pergerakan api. Kami fokus memadamkan bagian ‘kepala api’ dan membuat sekat agar api tidak melompat ke area lain,” tambahnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, para pejuang api masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat cuaca panas dan angin kencang yang berisiko memicu kebakaran susulan. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengacara Meigi Alrianda Soroti Kejanggalan Fatal Penyidikan Narkotika di PN Pontianak

21 April 2026 - 01:47 WIB

IMM Pontianak Gelar Milad ke-62, Teguhkan Ideologi dan Arah Gerakan Kader

20 April 2026 - 11:25 WIB

Dukung Proses Hukum Kasus Penghinaan Difabel, Agim Nastiar Berikan Support untuk Nafila Putri

18 April 2026 - 17:00 WIB

Kuasa Hukum Desak Pembatalan Status Tersangka Ketua Bawaslu Kota Pontianak

18 April 2026 - 16:57 WIB

Solmadapar Gelar Aksi di Kantor Gubernur, Soroti Kasus Pembakaran Rumah di Air Upas

17 April 2026 - 18:21 WIB

Trending di Pontianak