Gagasankalbar.com – Kabut asap kembali mengancam. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan melahap kawasan Parit 2 Ujung, tepatnya di Gang Rindu Alam Asri, Kota Pontianak, pada Jumat (23/1/2026).
Menanggapi situasi tersebut, Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) bersama Regu Manggala Agni Daops Pontianak langsung diterjunkan ke titik api guna memutus rantai kebakaran agar tidak semakin meluas.
Di lapangan, perjuangan petugas tidaklah mudah. Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, membeberkan bahwa akses air menjadi batu sandungan utama dalam proses pemadaman kali ini.
“Kendala terbesar kami adalah sumber air yang jaraknya cukup jauh dari lokasi. Ini sangat menyulitkan, apalagi yang terbakar adalah lahan gambut,” ungkap Florensius di sela-sela upaya pemadaman.
Karakteristik gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan tanah membuat api sulit ditaklukkan hanya dengan penyiraman biasa. Menurutnya, butuh volume air yang sangat besar untuk memastikan “api dalam” benar-benar mati.
Agar kebakaran tidak merembet ke pemukiman atau lahan produktif lainnya, tim gabungan menerapkan strategi sekat bakar. Petugas membersihkan vegetasi di sekitar titik api dan membasahi area perbatasan secara intensif.
“Langkah awal kami adalah membatasi pergerakan api. Kami fokus memadamkan bagian ‘kepala api’ dan membuat sekat agar api tidak melompat ke area lain,” tambahnya lagi.
Hingga berita ini diturunkan, para pejuang api masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat cuaca panas dan angin kencang yang berisiko memicu kebakaran susulan. *(Ewok)










