Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG Sidang Meigi Alrianda: Antara Barang Bukti dan Dugaan Pelanggaran Prosedur Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Sesalkan Dugaan Arogansi terhadap Pegawai Disabilitas Program MBG Kohati Cabang Pontianak: Kecam Keras Kekerasan Verbal terhadap Akuntan Difabel di SPPG Arang Limbung MTQ ke-XII Kubu Raya Resmi Dibuka, Derahman Legislator PPP Soroti Peran LPTQ soal Prestasi Wagub Kalbar Dukung KKM dan Sekolah Politik Pemuda Katolik, Siap Buka Kegiatan

Pontianak

Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut

badge-check


					Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut Perbesar

Gagasankalbar.com – Kabut asap kembali mengancam. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan melahap kawasan Parit 2 Ujung, tepatnya di Gang Rindu Alam Asri, Kota Pontianak, pada Jumat (23/1/2026).

Menanggapi situasi tersebut, Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) bersama Regu Manggala Agni Daops Pontianak langsung diterjunkan ke titik api guna memutus rantai kebakaran agar tidak semakin meluas.

Di lapangan, perjuangan petugas tidaklah mudah. Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, membeberkan bahwa akses air menjadi batu sandungan utama dalam proses pemadaman kali ini.

“Kendala terbesar kami adalah sumber air yang jaraknya cukup jauh dari lokasi. Ini sangat menyulitkan, apalagi yang terbakar adalah lahan gambut,” ungkap Florensius di sela-sela upaya pemadaman.

Karakteristik gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan tanah membuat api sulit ditaklukkan hanya dengan penyiraman biasa. Menurutnya, butuh volume air yang sangat besar untuk memastikan “api dalam” benar-benar mati.

Agar kebakaran tidak merembet ke pemukiman atau lahan produktif lainnya, tim gabungan menerapkan strategi sekat bakar. Petugas membersihkan vegetasi di sekitar titik api dan membasahi area perbatasan secara intensif.

“Langkah awal kami adalah membatasi pergerakan api. Kami fokus memadamkan bagian ‘kepala api’ dan membuat sekat agar api tidak melompat ke area lain,” tambahnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, para pejuang api masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat cuaca panas dan angin kencang yang berisiko memicu kebakaran susulan. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidang Meigi Alrianda: Antara Barang Bukti dan Dugaan Pelanggaran Prosedur

16 April 2026 - 06:01 WIB

Kohati Cabang Pontianak: Kecam Keras Kekerasan Verbal terhadap Akuntan Difabel di SPPG Arang Limbung

15 April 2026 - 17:47 WIB

Ketua Himpunan Difabel Muhammadiyah Kecam Dugaan Arogan Oknum SPPG terhadap Pekerja Disabilitas di Arang Limbung

15 April 2026 - 17:09 WIB

Pembukaan Kejuaraan Futsal Mahasiswa Kalbar 2026 Resmi Digelar di Pontianak

14 April 2026 - 08:46 WIB

Kasus Dugaan Investasi Bodong Kembali Mencuat di Pontianak, Korban Rugi Ratusan Juta

14 April 2026 - 08:38 WIB

Trending di Pontianak