Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antusiasme Warga Serbu Bazar Sembako Murah Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia, Seluruh Paket Ludes Terjual Semarak HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam GERMAS Derahman: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Hadapi Tantangan Fiskal Kubu Raya Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat Nelayan Hilang Kontak di perairan Teluk Cina Pulau Lemukutan di temukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR Gabungan

Pontianak

Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut

badge-check


Karhutla Kepung Parit 2 Ujung, Petugas Manggala Agni Berjibaku Jinakkan Lidah Api di Lahan Gambut Perbesar

Gagasankalbar.com – Kabut asap kembali mengancam. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dilaporkan melahap kawasan Parit 2 Ujung, tepatnya di Gang Rindu Alam Asri, Kota Pontianak, pada Jumat (23/1/2026).

Menanggapi situasi tersebut, Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) bersama Regu Manggala Agni Daops Pontianak langsung diterjunkan ke titik api guna memutus rantai kebakaran agar tidak semakin meluas.

Di lapangan, perjuangan petugas tidaklah mudah. Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, membeberkan bahwa akses air menjadi batu sandungan utama dalam proses pemadaman kali ini.

“Kendala terbesar kami adalah sumber air yang jaraknya cukup jauh dari lokasi. Ini sangat menyulitkan, apalagi yang terbakar adalah lahan gambut,” ungkap Florensius di sela-sela upaya pemadaman.

Karakteristik gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan tanah membuat api sulit ditaklukkan hanya dengan penyiraman biasa. Menurutnya, butuh volume air yang sangat besar untuk memastikan “api dalam” benar-benar mati.

Agar kebakaran tidak merembet ke pemukiman atau lahan produktif lainnya, tim gabungan menerapkan strategi sekat bakar. Petugas membersihkan vegetasi di sekitar titik api dan membasahi area perbatasan secara intensif.

“Langkah awal kami adalah membatasi pergerakan api. Kami fokus memadamkan bagian ‘kepala api’ dan membuat sekat agar api tidak melompat ke area lain,” tambahnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, para pejuang api masih bertahan di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Hal ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat cuaca panas dan angin kencang yang berisiko memicu kebakaran susulan. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Kalbar Hadiri Pembukaan Muswil FL2MI di Polnep Ajak Pemuda Kawal Kebijakan Secara Konstruktif

12 Juli 2026 - 09:39 WIB

Jelang Temu Karya, Keterbukaan Penjaringan Calon Ketua Karang Taruna Kabupateen/Kota Jadi Harapan Kader

8 Juli 2026 - 09:11 WIB

Solmadapar Desak PLN Kalbar Berikan Kompensasi atas Pemadaman Listrik

7 Juli 2026 - 23:58 WIB

Mantan Anggota Polres Melawi Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Dugaan Narkotika, Kuasa Hukum Siapkan Banding

6 Juli 2026 - 12:26 WIB

Soroti Pemadaman Listrik di Kalbar, Solmadapar Tuntut Transparansi dan Kompensasi untuk Pelanggan

5 Juli 2026 - 23:06 WIB

Trending di Pontianak