JRD Gelar Kelas Jurnalistik di Pontianak, Kupas Sejarah dan Ideologi Pers Indonesia - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Dialog Multipihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan Responsif Gender dan Adaptif Perubahan Iklim di Kayong Utara DEMA STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Studi Tour ke YIARI, Perdalam Wawasan Konservasi Orangutan Dialog Kebangsaan di Kubu Raya, Habib Jindan Serukan Persatuan Umat dan Harmoni dalam Keberagaman Surplus Produksi, Defisit Kesejahteraan: Namun Petani Indonesia Tetap Kalah di Negeri Sendiri Sharing Time Edisi Muharram: Membangun Kesadaran Moral dan Berpikiran Kritis Distrik Muda Teguhkan Komitmen, Hadirkan Ruang Tumbuh bagi Generasi Muda

Pontianak

JRD Gelar Kelas Jurnalistik di Pontianak, Kupas Sejarah dan Ideologi Pers Indonesia

badge-check


JRD Gelar Kelas Jurnalistik di Pontianak, Kupas Sejarah dan Ideologi Pers Indonesia Perbesar

Komunitas Jaringan Rumah Diskusi (JRD) menggelar kegiatan kelas jurnalistik yang berlangsung selama beberapa hari di Pontianak. Pada hari pertama, JRD menghadirkan jurnalis senior Kalimantan Barat, Andi Fachrizal, yang membawakan materi berjudul “Sejarah dan Ideologi Pers di Indonesia”. Materi ini menjadi fondasi awal bagi peserta untuk memahami dan mengenal dunia jurnalistik secara lebih mendalam. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Tanjak Serumpun Rumah Adat Melayu pada 23 Mei 2025.

Kelas ini diikuti oleh 15 peserta dari kalangan mahasiswa, pemuda, dan siswa SMA, serta berlangsung secara interaktif. Andi Fachrizal, atau yang akrab disapa Rizal Daeng, adalah figur yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik nasional. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa sejarah pers Indonesia tidak dapat dipisahkan dari dinamika politik dan perjuangan kemerdekaan bangsa.

“Pers telah menjadi alat perjuangan sejak era kolonial, terbagi menjadi pers kolonial, pers Cina, dan pers nasional,” jelas Fachrizal.

Kegiatan ini akan berlanjut selama beberapa minggu ke depan, dan dirancang untuk mengajak peserta terjun langsung ke dalam dunia pers, agar tidak hanya paham teori, tetapi juga praktik lapangan.

“Kami ingin para peserta tidak hanya bisa menulis berita, tetapi juga memahami sejarah panjang perjuangan pers sebagai bagian dari gerakan rakyat,” ujar Aris, Ketua Panitia kegiatan.

Pada hari pertama, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai peran pers dalam perjuangan kemerdekaan, masa Orde Baru, hingga era reformasi yang menandai lahirnya kebebasan pers. Tantangan jurnalistik masa kini, seperti disinformasi dan tekanan terhadap independensi media, juga menjadi bagian dari diskusi.

Kelas jurnalistik ini bertujuan mencetak jurnalis muda yang memiliki kemampuan, integritas, dan kesadaran sosial untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Distrik Muda Teguhkan Komitmen, Hadirkan Ruang Tumbuh bagi Generasi Muda

21 Juni 2026 - 09:18 WIB

Emak-Emak “Pejuang Rupiah” Tolak Penghentian MBG dan Desak Berantas Korupsi

20 Juni 2026 - 10:07 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Pontianak Gelar Bazar Murah dan Hiburan Rakyat

20 Juni 2026 - 09:57 WIB

Meigi Alrianda Ungkap Kronologi Penangkapan dan Dugaan Penyimpangan dalam Penanganan Kasus

19 Juni 2026 - 11:23 WIB

BEM Polnep Gelar Aksi Peringatan 26 Tahun Juni Berdarah di Depan Polda Kalbar

19 Juni 2026 - 11:15 WIB

Trending di Pontianak