Yayasan Sepakat Gelar Pelatihan Tata Boga untuk Peserta Didik Difabel di Rasau Jaya - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Habe Series #4 Singkawang Dukung Proses Hukum Kasus Penghinaan Difabel, Agim Nastiar Berikan Support untuk Nafila Putri Kuasa Hukum Desak Pembatalan Status Tersangka Ketua Bawaslu Kota Pontianak Solmadapar Gelar Aksi di Kantor Gubernur, Soroti Kasus Pembakaran Rumah di Air Upas Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter di Sanggau Berjalan Lancar Tim SAR Temukan Titik Awal Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau

Kubu Raya

Yayasan Sepakat Gelar Pelatihan Tata Boga untuk Peserta Didik Difabel di Rasau Jaya

badge-check


					Yayasan Sepakat Gelar Pelatihan Tata Boga untuk Peserta Didik Difabel di Rasau Jaya Perbesar

Gagasankalbar.com – Yayasan Sepakat bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Rasau Jaya mengadakan pelatihan tata boga bagi peserta didik tunarungu dan tunagrahita. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, mempelajari teknik dasar memasak, mengenal alat dapur sederhana, hingga memahami prinsip kebersihan dan keamanan pangan.

Ketua Yayasan Sepakat, Emma Yaniaries Nalaprana, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya membuka peluang kemandirian bagi difabel melalui keterampilan tata boga.

“Pelatihan ini kami adakan karena kami percaya teman-teman tunarungu dan tunagrahita memiliki potensi besar untuk mandiri ke depannya. Melalui keterampilan tata boga, mereka bisa memiliki peluang usaha dan penghasilan sendiri, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya,” ujarnya kepada Gagasankalbar.com, Kamis (18/9/2025).

Pelatihan ini mengutamakan metode praktik langsung. Setiap langkah memasak diperagakan secara perlahan, dilengkapi dengan gambar atau kartu instruksi, serta didampingi fasilitator yang memahami bahasa isyarat sederhana sehingga peserta lebih mudah mengikuti proses sesuai kemampuan masing-masing.

Emma menambahkan, pelatihan inklusif seperti ini memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

“Kami berharap pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dapat terus membuka ruang kolaborasi untuk program inklusi seperti ini. Dukungan bisa berupa pendanaan, fasilitas pelatihan, pendampingan usaha, maupun akses pasar bagi produk yang dihasilkan peserta. Dengan kerja sama berkelanjutan, kita dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan lingkungan yang ramah bagi teman-teman difabel untuk hidup mandiri dan berdaya,” tegasnya.

Pelatihan tata boga ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk merintis usaha mandiri sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Pontianak Soroti Dugaan Kekerasan Verbal sebagai Cermin Lemahnya Manajemen SDM SPPG dan Implementasi Kebijakan MBG

16 April 2026 - 13:22 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Sesalkan Dugaan Arogansi terhadap Pegawai Disabilitas Program MBG

16 April 2026 - 05:57 WIB

MTQ ke-XII Kubu Raya Resmi Dibuka, Derahman Legislator PPP Soroti Peran LPTQ soal Prestasi

15 April 2026 - 17:36 WIB

Ketua Pemuda Katolik Kubu Raya Kecam Keras Pernyataan JK, Desak Permintaan Maaf

15 April 2026 - 17:26 WIB

HMI Kubu Raya Soroti Kasus Dugaan Penghinaan Disabilitas, Minta Penegakan Hukum Tegas

15 April 2026 - 17:23 WIB

Trending di Kubu Raya