Gagasankalbar.com – Yayasan Sepakat bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Rasau Jaya mengadakan pelatihan tata boga bagi peserta didik tunarungu dan tunagrahita. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, mempelajari teknik dasar memasak, mengenal alat dapur sederhana, hingga memahami prinsip kebersihan dan keamanan pangan.
Ketua Yayasan Sepakat, Emma Yaniaries Nalaprana, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya membuka peluang kemandirian bagi difabel melalui keterampilan tata boga.
“Pelatihan ini kami adakan karena kami percaya teman-teman tunarungu dan tunagrahita memiliki potensi besar untuk mandiri ke depannya. Melalui keterampilan tata boga, mereka bisa memiliki peluang usaha dan penghasilan sendiri, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya,” ujarnya kepada Gagasankalbar.com, Kamis (18/9/2025).
Pelatihan ini mengutamakan metode praktik langsung. Setiap langkah memasak diperagakan secara perlahan, dilengkapi dengan gambar atau kartu instruksi, serta didampingi fasilitator yang memahami bahasa isyarat sederhana sehingga peserta lebih mudah mengikuti proses sesuai kemampuan masing-masing.
Emma menambahkan, pelatihan inklusif seperti ini memerlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Kami berharap pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dapat terus membuka ruang kolaborasi untuk program inklusi seperti ini. Dukungan bisa berupa pendanaan, fasilitas pelatihan, pendampingan usaha, maupun akses pasar bagi produk yang dihasilkan peserta. Dengan kerja sama berkelanjutan, kita dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan lingkungan yang ramah bagi teman-teman difabel untuk hidup mandiri dan berdaya,” tegasnya.
Pelatihan tata boga ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk merintis usaha mandiri sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat. *(Ewok)









