Wirda Agustin: Dari Desa Sandai Kanan ke Panggung Nasional Pertukaran Pemuda Antar Provinsi - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Klarifikasi Terus, Kebijakannya Kapan Diperbaiki? Wilmar Kalimantan Barat Luncurkan “Cantigi Coffee”, Kopi Robusta Petani Pahauman, di Rakor Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak Konflik Pertanahan dan Tata Kelola Agraria di Kalimantan Barat Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Promosikan Produk UMKM Kubu Raya di Borneo International Halal Showcase 2026 FIKPSI UM Pontianak dan LPKA Sungai Raya Teken Kerja Sama Pendampingan Anak Binaan di Hari Anak Nasional

Berita Kalbar

Wirda Agustin: Dari Desa Sandai Kanan ke Panggung Nasional Pertukaran Pemuda Antar Provinsi

badge-check


Wirda Agustin Asal Desa Sandai Kanan Terpilih Jadi Delegasi Kalbar di PPAP 2025 Perbesar

Wirda Agustin Asal Desa Sandai Kanan Terpilih Jadi Delegasi Kalbar di PPAP 2025

Gagasankalbar.com – Wirda Agustin, pemudi asal Desa Sandai Kanan, Kabupaten Ketapang, resmi terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Ia akan mengikuti masa pembekalan di Provinsi Bali pada 2 hingga 17 Oktober 2025 bersama peserta dari seluruh Indonesia. Program bergengsi ini menjadi wadah bagi pemuda-pemudi Tanah Air untuk bertukar gagasan, budaya, sekaligus merancang program pengembangan daerah masing-masing.

Wirda mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti program ini berangkat dari kegelisahan melihat kesenjangan sosial, ketidakadilan, dan berbagai persoalan kecil yang kerap dianggap sepele namun merusak tatanan masyarakat. “Saya percaya pemuda bukan hanya penikmat pembangunan, tetapi agen perubahan. Melalui program ini, saya ingin belajar, berbagi, sekaligus memperkenalkan Kalimantan Barat sebagai rumah bagi pemuda yang berdaya, toleran, dan siap berkontribusi,” ujarnya.

Proses seleksi yang dilalui pun tidak mudah. Wirda harus melewati tahapan administrasi, penulisan esai motivasi, wawancara, hingga simulasi kepemimpinan. Dari setiap proses, ia belajar untuk jujur pada diri sendiri, berani menyuarakan gagasan, dan rendah hati mendengarkan orang lain. Setelah terpilih, para finalis juga diwajibkan menyusun proposal pasca-program, melaksanakan community development, serta memperdalam pengetahuan tentang Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), kebudayaan, hingga isu-isu sosial.

Bagi Wirda, menjadi peserta PPAP bukan hanya soal prestasi, melainkan amanah besar untuk membawa nama Kalimantan Barat. Ia ingin membuktikan bahwa pemuda dari desa pun mampu berdiri sejajar, bersuara lantang, dan memberi kontribusi nyata untuk bangsa. “Setiap pemuda, baik dari kota maupun desa, berhak mengambil peran dalam pembangunan,” tegasnya.

Ia berharap program ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan pemuda, tetapi juga ruang untuk merawat keberagaman budaya Indonesia. Wirda ingin melihat lebih banyak pemuda yang peduli, berani bertindak, dan memperjuangkan suara mereka yang sering terabaikan. “Pertukaran ini semoga menjadi api semangat bahwa dari hal kecil yang kita lakukan, kita mampu melahirkan perubahan besar bagi bangsa,” tutupnya. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banggar DPR RI Dorong Bank Indonesia Kalbar Perkuat Deteksi Dini Ekonomi dan Pengembangan UMKM Daerah

17 Juli 2026 - 10:06 WIB

Banggar DPR RI Dorong Penguatan Transfer ke Daerah dan Optimalisasi APBN untuk Pembangunan Kalimantan Barat

17 Juli 2026 - 00:19 WIB

AMCP Kalbar Desak Polisi Tindak Tegas Dugaan Penggiringan Opini Negatif terhadap Polri

14 Juli 2026 - 19:24 WIB

DPD GMPK Kalbar Soroti Lambannya Pembahasan RUU Perampasan Aset, Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

13 Juli 2026 - 06:54 WIB

Dua Dai Kalimantan Barat Ikuti ToT Da’i-Daiyah FESYAR KTI 2026, Perkuat Dakwah Ekonomi Syariah di Era Digital

13 Juli 2026 - 06:47 WIB

Trending di Berita Kalbar