Semangat Kartini Hidup dalam Jiwa Advokat Perempuan, Perjuangan Nyata di Ruang Sidang - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
FH UM Pontianak Gelar Rapat Senat Terbuka Yudisium 2026 Semangat Kartini Hidup dalam Jiwa Advokat Perempuan, Perjuangan Nyata di Ruang Sidang Sidang Lanjutan Kasus Herman Alias Pak Usu Masuki Agenda Pledoi di PN Mempawah Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UMP Gelar Yudisium, 94 Mahasiswa Resmi Lulus Semangat Hari Kartini, Mahasiswa Didorong Terus Suarakan Kesetaraan Kejuaraan Futsal Mahasiswa Kalimantan Barat 2026 Resmi Ditutup, Untan Raih Juara

Pontianak

Semangat Kartini Hidup dalam Jiwa Advokat Perempuan, Perjuangan Nyata di Ruang Sidang

badge-check


					Semangat Kartini Hidup dalam Jiwa Advokat Perempuan, Perjuangan Nyata di Ruang Sidang Perbesar

Gagasankalbar.com — Semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup dan tumbuh dalam diri para advokat perempuan di Indonesia. Di tengah dinamika dunia hukum yang penuh tantangan, para perempuan pengacara menunjukkan dedikasi tinggi tidak hanya dalam menjalankan profesinya, tetapi juga dalam memperjuangkan keadilan, khususnya bagi kaum perempuan.

Salah satu sosok tersebut adalah advokat perempuan, Eka Nurhayati Ishak, yang ditemui di Pengadilan Tinggi Negeri Pontianak pada Jumat (24/4/2026). Dalam perbincangannya, Eka menegaskan bahwa kehadiran perempuan dalam dunia hukum memiliki peran yang sangat penting, baik dari sisi keadilan maupun representasi.

“Dari sisi keadilan dan representasi, hukum seharusnya mencerminkan semua lapisan masyarakat. Kehadiran perempuan sebagai lawyer membantu memastikan bahwa perspektif perempuan yang seringkali berbeda karena pengalaman sosial dan budaya ikut terwakili,” ujar Eka.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut menjadi sangat krusial dalam penanganan kasus-kasus sensitif, seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, maupun diskriminasi terhadap perempuan.

“Dalam banyak kasus, korban merasa lebih aman dan dipahami ketika didampingi oleh lawyer perempuan. Ini bukan hanya soal profesionalitas, tapi juga soal empati,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa kontribusi perempuan dalam dunia hukum juga terlihat dari pendekatan yang mereka bawa dalam proses penegakan hukum.

“Secara kualitas penegakan hukum, perempuan sering membawa pendekatan yang lebih empatik, komunikatif, dan detail. Ini bukan soal siapa yang lebih baik, tetapi bagaimana kita saling melengkapi demi terciptanya keadilan yang lebih utuh,” jelasnya.

Menurutnya, keberagaman cara berpikir dalam dunia hukum sangat dibutuhkan agar setiap perkara dapat ditangani secara komprehensif dan berimbang.

Selain itu, meningkatnya jumlah perempuan yang berkarier sebagai advokat juga menjadi indikator penting dalam kemajuan kesetaraan gender di Indonesia.

“Ini adalah bagian dari perubahan sosial. Dulu profesi hukum sangat didominasi laki-laki, tetapi sekarang perempuan tidak hanya hadir, mereka juga memimpin. Kita bisa melihat perempuan menjadi hakim, jaksa, pimpinan firma hukum, hingga akademisi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa saat ini kompetensi menjadi faktor utama dalam dunia hukum, bukan lagi soal gender.

Di sisi lain, peran perempuan advokat juga semakin terlihat dalam perjuangan isu-isu kemanusiaan yang lebih luas.

“Dari sisi pengaruh nyata, banyak perempuan lawyer berada di garis depan dalam memperjuangkan hak asasi manusia, perlindungan anak, hingga pemberantasan perdagangan manusia. Peran mereka bukan simbolis, tetapi benar-benar berdampak,” tegas Eka.

Peringatan Hari Kartini tahun ini pun menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini kini menjelma dalam berbagai profesi, termasuk di ruang-ruang sidang, tempat para advokat perempuan memperjuangkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan.

Baca Lainnya

FH UM Pontianak Gelar Rapat Senat Terbuka Yudisium 2026

25 April 2026 - 18:26 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Herman Alias Pak Usu Masuki Agenda Pledoi di PN Mempawah

23 April 2026 - 16:24 WIB

Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi UMP Gelar Yudisium, 94 Mahasiswa Resmi Lulus

23 April 2026 - 16:21 WIB

Semangat Hari Kartini, Mahasiswa Didorong Terus Suarakan Kesetaraan

22 April 2026 - 16:25 WIB

Kejuaraan Futsal Mahasiswa Kalimantan Barat 2026 Resmi Ditutup, Untan Raih Juara

22 April 2026 - 16:23 WIB

Trending di Pontianak