Gagasankalbar.com – Ditengah dunia pendidikan yang masih sering menjadikan angka sebagai tolak ukur keberhasilan seorang siswa, sekolah terkadang dipandang hanya sebatas tempat untuk mengejar nilai. Siswa-siswa dianggap berhasil apabila memperoleh nilai tinggi, mendapat peringkat, atau mampu mencapai target akademik yang telah ditentukan. Tetapi, keberhasilan seorang siswa lebih cepat terlihat dari nilai rapor daripada sikap, keterampilan, dan proses belajar yang telah dilaluinya selama ini. Situasi ini menunjukkan bahwa pendidikan kita masih menghadapi persoalan mendasar seperti keberhasilan siswa terlalu mudah dinilai hanya melalui angka saja.
Nilai memang penting, karena melalui nilai juga guru dan orang tua dapat melihat sejauh mana siswa dapat memahami materi yang dipelajari dan mengetahui perkembangan akademik siswa. Namun, menjadikan nilai sebagai ukuran utama keberhasilan pendidikan dapat membuat makna sekolah menjadi terlalu sempit. Olehnya siswa akhirnya belajar dan berusaha memenuhi target nilai bukan karena memiliki rasa ingin tahu dan keinginan untuk memahami sesuatu. Pendidikan bukan hanya tentang siapa yang memperoleh angka tertinggi, tetapi tentang bagaimana seorang anak dapat berkembang menjadi manusia yang mampu berpikir, bersikap, dan bertanggung jawab.

Disekolah, siswa tidak hanya belajar mata pelajaran yang telah ditentukan, tetapi siswa juga belajar untuk berkerjasama, saling menghargai pendapat, dapat menyelesaikan masalah, dan dapat bertanggung jawab. Namun, kemampuan-kemampuan tersebut sering kali tidak mendapatkan perhatian sebesar nilai yang tercantum di rapor.
Karena itu, sudah saatnya keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari seberapa tinggi nilai yang diperoleh siswa, tetapi juga dari proses dan perkembangan dirinya. Guru tidak hanya berperan sebagai pemberi materi dan penilai, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu siswa menemukan potensi dan membangun karakter.
Sekolah pada akhirnya bukanlah tempat untuk mencetak manusia dengan angka-angka sempurna. Sekolah adalah tempat untuk tumbuh, belajar, mencoba, melakukan kesalahan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan. Nilai memang penting, tetapi nilai hanyalah salah satu bagian dari perjalanan pendidikan. Karena, tujuan sekolah bukan hanya sekadar menghasilkan siswa yang pandai mengerjakan soal, melainkan manusia yang mampu berpikir, berkarakter, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Penulis : Ayu Lestari Putri / Mahasiswi Magister Administrasi Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

















Komentar ditutup.