Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya Ganggu Layanan Ojol, Driver Ojol Minta Pasokan Segera Stabil - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya Ganggu Layanan Ojol, Driver Ojol Minta Pasokan Segera Stabil Guru Sains di Singkawang Dibekali STEM Learning Kit untuk Mitigasi Banjir Karhutla di Kubu Raya Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air Raker MAN 2 Pontianak Resmi Dibuka, Kakanwil Kemenag Kalbar Dorong Penguatan Komitmen dan Budaya Kerja Penutupan Milad ke-109, PDA ‘Aisyiyah Kubu Raya Gelar FGD Perlindungan Anak Posbakum Aisyiyah Kalbar Kini Hadir di Lima Titik, Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Kalimantan Barat

Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya Ganggu Layanan Ojol, Driver Ojol Minta Pasokan Segera Stabil

badge-check


Pengemudi Ojol Minta Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya Segera Diatasi Perbesar

Pengemudi Ojol Minta Antrean BBM di SPBU Pontianak dan Kubu Raya Segera Diatasi

Gagasankalbar.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk para pengemudi ojek daring (ojol) yang mengandalkan kecepatan layanan untuk melayani penumpang.

Salah seorang pengemudi ojol, Kintil Sandora Sagita, saat ditemui pada Selasa (28/7/2026), mengatakan antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) membuat waktu operasionalnya menjadi tidak efisien. Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap pelayanan kepada pelanggan.

“Antrean panjang BBM berdampak langsung pada waktu pengantaran dan penjemputan penumpang. Jika saya harus mengantre untuk mengisi bahan bakar, waktu menuju lokasi penjemputan menjadi lebih lama sehingga penumpang harus menunggu lebih lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak tidak hanya dirasakan saat mengisi BBM, tetapi juga ketika melintasi kawasan sekitar SPBU yang dipadati kendaraan.

“Selain itu, kemacetan di sekitar SPBU akibat antrean juga dapat memperlambat perjalanan saat mengantar penumpang ke tujuan,” katanya.

Menurut Kintil, situasi tersebut berpotensi menurunkan kualitas pelayanan pengemudi ojol karena ketepatan waktu merupakan salah satu faktor penting dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Ia berharap pihak SPBU dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kepadatan antrean, di antaranya dengan mengoptimalkan pelayanan di lokasi pengisian.

“Saya berharap pihak SPBU dapat menambah jumlah petugas, membuka seluruh jalur pengisian yang tersedia, serta memastikan pasokan BBM tetap stabil agar antrean tidak terlalu panjang,” tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah bersama instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun penumpukan di sejumlah titik.

“Kepada pemerintah, saya berharap distribusi BBM dapat lebih merata, pasokan tetap terjamin, dan dilakukan pengawasan agar tidak terjadi penumpukan atau penyalahgunaan. Dengan begitu, antrean bisa berkurang sehingga aktivitas masyarakat, termasuk pengemudi ojol seperti saya, dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada penumpang,” pungkasnya.

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Pontianak dan Kubu Raya dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat karena menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pengisian BBM. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi mobilitas pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada sektor transportasi daring yang mengandalkan ketepatan waktu dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Baca Lainnya

Problematika Layanan Pertanahan Kalbar: Ekspektasi Publik vs Kinerja BPN

23 Juli 2026 - 01:11 WIB

Posbakum ‘Aisyiyah Kalbar Siap Berikan Bantuan Hukum Gratis bagi Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan

3 Juli 2026 - 22:28 WIB

Polda Kalbar Selesaikan 816 Perkara dalam Enam Bulan, Kasus Pencurian Masih Mendominasi

29 Juni 2026 - 23:39 WIB

REI Kalbar Hadiri Forum FORMAJAKON Bahas Implementasi LBS dan LP2B

19 Juni 2026 - 02:08 WIB

Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya Gelar “Go To School” Edukasi Cegah Anemia Remaja Putri

17 Mei 2026 - 20:25 WIB

Trending di Kalimantan Barat