Rekrutmen Buram di Proyek Smelter Kayong Utara: Pekerja Lokal Tak Terlindungi - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026 PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Bersilaturahmi ke Kediaman Hubabah Annisa Alhaddad Bung Fajar: GMNI Kalimantan Barat Jangan Larut dalam Konflik Internal, Rakyat Sedang Menghadapi Krisis Sosial dan Ekonomi Rumah Makan Gratis Habib Terima Kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Staf Ketua KPPU RI Apresiasi Daya Kritis Peserta LK II HMI Cabang Pontianak

Kayong Utara

Rekrutmen Buram di Proyek Smelter Kayong Utara: Pekerja Lokal Tak Terlindungi

badge-check


					Rekrutmen Buram di Proyek Smelter Kayong Utara: Pekerja Lokal Tak Terlindungi Perbesar

Gagasankalbar.com – Sejumlah pekerja lokal Kayong Utara yang melamar pekerjaan melalui tautan resmi rekrutmen PT Dharma Inti Bersama (PT DIB) mengaku justru ditempatkan bekerja di bawah kendali subkontraktor seperti PT Huakan, tanpa kontrak kerja yang jelas.

Para pekerja tersebut menyatakan tidak pernah menandatangani kontrak langsung dengan PT DIB. Mereka juga mengalami mutasi kerja yang tidak sesuai dengan posisi saat melamar. Situasi ini memunculkan dugaan adanya praktik rekrutmen menyesatkan (fraudulent hiring) yang merugikan tenaga kerja lokal.

Abdul Khaliq, aktivis buruh senior dan mantan Ketua DPC SBSI Kayong Utara periode 2013–2023, menilai pola ini merupakan bentuk deceptive recruitment. Menurutnya, penempatan pekerja oleh entitas yang berbeda dari tempat mereka melamar tanpa kejelasan status hukum sangat berbahaya bagi perlindungan hak pekerja.

“Pekerja melamar ke satu entitas resmi, tapi ditempatkan di subkontraktor lain. Mereka dipindah-pindah tugas tanpa kontrak yang sah, lalu diberhentikan secara sepihak. Ini merugikan dan berpotensi melanggar hukum,” ujar Khaliq.

Seorang pekerja mengaku melamar sebagai Helper Logistik, namun kemudian ditugaskan melakukan pekerjaan bor, penjagaan malam, hingga pengelasan di kapal. Ia pun diberhentikan hanya beberapa minggu setelah mulai bekerja.

Khaliq mendesak Dinas Tenaga Kerja Kayong Utara dan DPRD untuk menyelidiki sistem rekrutmen di proyek pembangunan smelter tersebut. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran serupa di masa mendatang.

“Putra daerah berhak atas pekerjaan yang layak dan perlindungan hukum, bukan menjadi korban sistem kerja gelap yang merugikan,” tegasnya.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait agar lebih transparan dan akuntabel dalam menjalankan proses rekrutmen, terutama dalam proyek-proyek besar yang memanfaatkan tenaga kerja lokal. Praktik rekrutmen yang tidak adil dapat menciptakan ketimpangan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia industri dan investasi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Kekerasan Psikis Anak Dampak Perselingkuhan, KPAD Kayong Utara Lakukan Pendampingan

5 Mei 2026 - 10:23 WIB

Dugaan Kekerasan Psikis Anak Dampak Perselingkuhan, KPAD Kayong Utara Lakukan Pendampingan

4 Mei 2026 - 20:18 WIB

HIMAKATRA Soroti Dugaan Politisasi di Balik Program MBG Kayong Utara

15 April 2026 - 16:30 WIB

KPAD Kayong Utara dan Dinas SP3APMD Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Santri di Kubu Raya

1 April 2026 - 17:17 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang Saat Mencari Sayur di Kayong Utara dalam Keadaan Selamat

18 Maret 2026 - 07:49 WIB

Trending di Kayong Utara