Mahasiswa Se-Kalbar Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Norsan–Krisantus, Soroti IPM - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Bahas Infrastruktur dan Indonesia Emas 2045, LK II HMI Pontianak Hadirkan Yuliansyah Gulam Mohamad Sharon Soroti Ketahanan Energi Nasional di Forum LK II HMI Pontianak Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar Baitul Arqom Dasar, Perkuat Kapasitas Kader Hakim Tolak Eksepsi Showroom Auto88 dan Dipostar Finance, Kasus Dugaan Tagihan Fiktif dan Penahanan BPKB Siap Dibuktikan di Persidangan Suasana Reflektif Warnai Pembinaan Keagamaan di Lapas Kelas IIA Pontianak Anggota DPRD Kubu Raya Kecam Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Minta Pendampingan Korban Dipercepat

Berita Kalbar

Mahasiswa Se-Kalbar Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Norsan–Krisantus, Soroti IPM

badge-check


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Gagasankalbar.com – Sebagai representasi mahasiswa se-Kalimantan Barat, Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat (FKBK) memandang bahwa satu tahun kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan perlu dievaluasi secara objektif, khususnya dalam aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Koordinator FKBK, Syariful Hidayatullah, saat ditemui pada Rabu (25/2/2026), menegaskan bahwa IPM merupakan indikator fundamental yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat melalui tiga dimensi utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.

Menurutnya, hingga saat ini Kalimantan Barat masih tergolong sebagai provinsi dengan IPM yang relatif rendah dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain di Indonesia, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“IPM bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata dari kualitas hidup masyarakat. Ketika IPM masih rendah, artinya masih ada persoalan mendasar yang harus segera dituntaskan,” ujar Syariful.

Ia menambahkan, berdasarkan fakta di lapangan, masih banyak ketimpangan yang dirasakan masyarakat. Di sektor pendidikan, akses yang belum merata masih menjadi persoalan, khususnya di daerah pedalaman dan wilayah perbatasan. Keterbatasan sarana dan prasarana, tenaga pengajar, serta infrastruktur pendukung dinilai menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Di bidang kesehatan, FKBK juga menyoroti akses layanan yang belum memadai, terutama di wilayah terpencil. Selain itu, angka pengangguran yang dinilai masih cukup tinggi turut berdampak pada rendahnya standar hidup layak masyarakat.

Sebagai mahasiswa, FKBK menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah. Mereka menegaskan bahwa pembangunan di Kalimantan Barat harus benar-benar berpihak pada rakyat dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup manusia secara berkelanjutan.

“Evaluasi ini bukan bentuk penolakan, tetapi wujud kepedulian. Kami ingin memastikan bahwa arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Syariful.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan

14 Mei 2026 - 09:27 WIB

Jangan Obok-Obok Kalbar!” Aliansi Generasi Muda Dayak Ultimatum KPK soal Dugaan Korupsi Jalan Kabupaten Mempawah

12 Mei 2026 - 11:02 WIB

HIPMI Kalbar Solid Dukung Ade Jona Prasetyo Menuju Kursi Ketua Umum BPP HIPMI

11 Mei 2026 - 03:44 WIB

HWCI Kalbar dan Radio Republik Indonesia Pontianak Jalin Kerja Sama Gerakan Kemanusiaan dan Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Rentan, Tidak Hanya Perempuan dan Anak

8 Mei 2026 - 12:19 WIB

Trending di Berita Kalbar