PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019. Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal” Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu Gemawan Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Mempawah Menguak Tabir Industri Rokok, AJI Jakarta dan AJI Pontianak Gelar Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

Berita Kalbar

PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan

badge-check


PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan Perbesar

Gagasankalbar – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Barat menyoroti pentingnya penerapan pendidikan anti kekerasan di lingkungan sekolah melalui talk show bertema “Harmoni Putih Abu-Abu: Membangun Budaya Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Anti Kekerasan” yang digelar di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Kamis (13/5/2026).

Kegiatan yang merupakan kolaborasi Majelis Hukum dan HAM, Majelis Tabligh, Majelis PAUD Dasmen, dan PWA Kalbar dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 itu menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik, bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PWA Kalbar, Hazilina, mengatakan pendidikan anti kekerasan perlu diterapkan sejak dini karena pembentukan karakter anak sama pentingnya dengan capaian akademik.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun karakter dan kepribadian peserta didik. Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama dan mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak bisa dianggap sebagai hal kecil karena berdampak pada kesehatan mental dan masa depan anak. Ia menilai budaya sekolah yang sehat harus dibangun melalui hubungan yang baik antara guru, siswa, orang tua dan semua warga sekolah

Hazilina menambahkan, Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 telah menegaskan hak peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi.

“Nilai anti kekerasan jangan hanya menjadi slogan atau aturan formal. Sekolah harus benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai agar peserta didik dapat berkembang tanpa rasa takut dan cemas,” katanya.

Ia berharap lingkungan sekolah yang damai dan humanis mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, toleransi, dan akhlak mulia.

Baca Lainnya

Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal”

5 Juni 2026 - 09:33 WIB

LAZISMU Masjid At-Tanwir Santuni Fakir Miskin dan Salurkan Subsidi Sembako Murah

31 Mei 2026 - 09:24 WIB

Tim SAR Gabungan Cari Korban Hilang Akibat Sampan Terbalik Saat Memancing di Sungai Laut Tanjung Bunga

30 Mei 2026 - 08:31 WIB

Rayakan Harlah ke-76, Umi Marzuqoh: Fatayat NU Kalbar Harus Memberdayakan Perempuan hingga ke Pelosok Desa

24 Mei 2026 - 02:09 WIB

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

Trending di Berita Kalbar