Gagasankalbar.com — Kegiatan Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Pontianak kembali menghadirkan pemateri nasional pada Sabtu, 16 Mei 2026, di BPSD Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi bertajuk “Akselerasi Transisi Energi: Menuju Indonesia Emas 2045” yang disampaikan oleh Gulam Mohamad Sharon selaku Anggota DPR RI Komisi XII Dapil Kalbar 2.
Materi yang disampaikan membahas tantangan dan peluang sektor energi Indonesia di masa depan, termasuk kondisi produksi minyak nasional, ketahanan energi, hingga tingginya ketergantungan impor migas Indonesia pada tahun 2025.
Dalam pemaparannya, Gulam Mohamad Sharon menjelaskan bahwa tantangan ketahanan energi Indonesia masih cukup besar. Berdasarkan data yang dipaparkan, produksi minyak mentah Indonesia berada di angka 221 juta barrel, sementara impor minyak nasional mencapai 314 juta barrel. Selain itu, impor LPG juga tercatat mencapai 7,47 juta MT.
Ia juga menyoroti potensi devisa negara yang hilang akibat impor minyak dan LPG yang diperkirakan mencapai Rp587 triliun. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui percepatan transisi energi dan penguatan sektor energi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Forum diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta LK II HMI Cabang Pontianak terkait isu energi, pembangunan nasional, hingga peran generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dalam penyampaiannya, Gulam Mohamad Sharon mengajak peserta untuk terus memiliki semangat perjuangan dan keyakinan dalam mencapai tujuan.
“Kalau di HMI ada kata-kata ‘yakin usaha sampai’, itu luar biasa. Itu biasa saya gunakan karena kita harus yakin dulu dan terus berjuang,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut menjadi nilai penting yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, termasuk dalam mendorong kemajuan sektor energi dan pembangunan nasional.
Melalui forum LK II tersebut, HMI Cabang Pontianak diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang memiliki wawasan strategis, daya kritis, dan semangat perjuangan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.










