Festival Kue Bulan 2576 Kongzili Meriah, Wujud Pelestarian Budaya Tionghoa dan Daya Tarik Wisata Kubu Raya - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Derahman Hadiri Pelantikan Presidium PMKRI Kubu Raya, Soroti Peran Pemuda di Era Digital Lulusan Pendidikan Delema Memilih Dirikan Lembaga Baru, Kualitas Guru Terabaikan? HMI Cabang Pontianak Umumkan Hasil Seleksi Peserta LK II dan LKK, Lanjut ke Tahap Screening LIMINAL.0 Gelar “12 Jam Menari”: Ritual Gerak Kolektif Rayakan Hari Tari Dunia di Bukit Bumintara Singkawang Bawaslu Kubu Raya Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Program Visit to Campus di STIDAR Darul Ulum Kontroversi Tim Asesor Aktivis: Upaya Perlindungan atau Domestikasi Gerakan Sipil?

Kubu Raya

Festival Kue Bulan 2576 Kongzili Meriah, Wujud Pelestarian Budaya Tionghoa dan Daya Tarik Wisata Kubu Raya

badge-check


					Festival Kue Bulan atau Moon Cake Festival 2576 Kongzili / 2025 Masehi Perbesar

Festival Kue Bulan atau Moon Cake Festival 2576 Kongzili / 2025 Masehi

Gagasankalbar.com – Festival Kue Bulan atau Moon Cake Festival 2576 Kongzili / 2025 Masehi digelar meriah di Rumah Adat Budaya Tionghoa, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, pada Senin malam (6/10/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo, Anggota Komisi V DPR RI Yuliansyah, Kepala Disporapar Kubu Raya Rini Kurnia Solihat, serta Kepala Kesbangpol Kubu Raya Amini Maros.

Acara yang digelar setiap tahun ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Ratusan warga tampak antusias memadati area rumah adat, menikmati suasana malam purnama yang dipenuhi cahaya lampion dan semarak budaya khas Tionghoa. Deretan stand UMKM lokal turut meramaikan festival dengan menawarkan beragam kuliner, kerajinan tangan, serta aneka kue bulan dengan berbagai rasa dan bentuk yang menarik.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, menyampaikan bahwa Festival Kue Bulan merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Tionghoa yang telah menjadi tradisi turun-temurun. “Festival ini bukan hanya tentang menikmati kue bulan, tapi juga menjadi ajang edukasi budaya. Di dalamnya ada seni pertunjukan yang menceritakan sejarah terciptanya tradisi kue bulan, sehingga masyarakat dapat memahami nilai dan maknanya,” ujarnya.

Rini menambahkan, selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi pariwisata daerah. “Kami berharap even seperti ini dapat mengundang wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah, untuk datang ke Kubu Raya. Dengan pengelolaan yang baik, festival budaya seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata yang kuat dan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Suasana malam semakin semarak dengan penampilan barongsai, tarian tradisional Tionghoa, serta atraksi lampion yang menghiasi langit Parit Baru. Festival Kue Bulan 2025 pun menjadi momentum kebersamaan lintas budaya sekaligus daya tarik wisata yang memperkuat identitas Kubu Raya sebagai daerah multikultural dan berbudaya. *(Ewok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Derahman Hadiri Pelantikan Presidium PMKRI Kubu Raya, Soroti Peran Pemuda di Era Digital

3 Mei 2026 - 19:57 WIB

Bawaslu Kubu Raya Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Program Visit to Campus di STIDAR Darul Ulum

3 Mei 2026 - 00:25 WIB

Peserta LK II HMI Kubu Raya Audiensi ke DPRD, Soroti Pendidikan, Ekologi, dan Ketenagakerjaan

1 Mei 2026 - 00:43 WIB

Anggota DPRD Dukung Sanksi Tegas bagi Guru ASN yang Mangkir Bertahun-tahun

30 April 2026 - 22:46 WIB

Naik Dango ke-41 Dipusatkan di Rumah Adat Desa Lingga, Momentum Pelestarian Budaya Dayak

29 April 2026 - 00:40 WIB

Trending di Kubu Raya