Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Muslim Pimpin BPD KKSS Sekadau, Siap Perkuat Soliditas dan Sinergi dengan Pemerintah Muhammad Hakiki Soroti Dugaan Persoalan Perizinan PT Hungarindo Persada Pengumuman Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan Semester 1 Tahun 2026 Tingkat KPU Kabupaten Ketapang Peringati HUT ke-19 Kubu Raya, Puskesmas Punggur Gelar Sunatan Massal Gratis Bawaslu Kubu Raya Kawal Pleno PDPB Triwulan II 2026, Pastikan Data Pemilih Akurat Perumda Aneka Usaha Menanjak Bahagia Gandeng Krealogi Tingkatkan Literasi Keuangan 300 Pelaku UMKM Kubu Raya

Berita Kalbar

Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata

badge-check


Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata Perbesar

Gagasankalbar.com — Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Kota Pontianak dihadapkan pada antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar, bahkan tak jarang pulang dengan tangan kosong setelah BBM dinyatakan habis.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama PT Pertamina tetap menyatakan bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Situasi ini memicu kritik keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan (BEM SEKA).

Koordinator Wilayah BEM SEKA Kalimantan Barat, Meksi Kerol, menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Ia menyebut, jika stok benar-benar aman, maka kelangkaan di SPBU mengindikasikan adanya masalah serius dalam distribusi.

“Pernyataan stok aman itu omong kosong jika masyarakat masih antre berjam-jam dan tetap kehabisan BBM. Pemerintah harus turun langsung ke lapangan, jangan hanya menerima laporan,” tegasnya, Jumat (20/03).

Meksi juga menyoroti dugaan praktik penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan momentum jelang Lebaran, termasuk penggunaan tangki modifikasi untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar.

Menyikapi hal tersebut, BEM SEKA Kalbar menyampaikan tiga tuntutan utama: mendesak pemerintah dan aparat melakukan sidak untuk membongkar mafia BBM, memperketat distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran, serta menempatkan personel keamanan di setiap SPBU guna mengawasi antrean dan mencegah penyelewengan.

BEM SEKA pun memperingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kondisi ini. Mereka menilai lambannya penanganan krisis BBM sebagai bentuk kurangnya empati terhadap masyarakat yang tengah menjalani ibadah puasa dan bersiap menyambut Idulfitri.

“Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kemarahan publik akan meluas menjadi gerakan sosial yang lebih besar,” pungkas Meksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SUPERTEAM 34 RAIH JUARA UMUM I DAN PIALA BERGILIR WAKIL GUBERNUR KALBAR

29 Juni 2026 - 07:22 WIB

Sinergi DPD REI Kalbar, Kemenkum, dan DJP: Dorong Pengembang Properti Tertib Hukum dan Pajak

12 Juni 2026 - 19:51 WIB

Sinergi BPS dan REI Kalbar, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

12 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kolaborasi REI–PLN Dinilai Kunci Sukses Program 3 Juta Rumah di Kalbar

12 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pod Getar Diduga Narkoba Jenis Baru Marak Beredar di Kalbar, Sasar Kalangan Anak Muda

10 Juni 2026 - 00:04 WIB

Trending di Berita Kalbar