Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Bahas Infrastruktur dan Indonesia Emas 2045, LK II HMI Pontianak Hadirkan Yuliansyah Gulam Mohamad Sharon Soroti Ketahanan Energi Nasional di Forum LK II HMI Pontianak Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar Baitul Arqom Dasar, Perkuat Kapasitas Kader Hakim Tolak Eksepsi Showroom Auto88 dan Dipostar Finance, Kasus Dugaan Tagihan Fiktif dan Penahanan BPKB Siap Dibuktikan di Persidangan Suasana Reflektif Warnai Pembinaan Keagamaan di Lapas Kelas IIA Pontianak Anggota DPRD Kubu Raya Kecam Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Minta Pendampingan Korban Dipercepat

Berita Kalbar

Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata

badge-check


					Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata Perbesar

Gagasankalbar.com — Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Kota Pontianak dihadapkan pada antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar, bahkan tak jarang pulang dengan tangan kosong setelah BBM dinyatakan habis.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama PT Pertamina tetap menyatakan bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Situasi ini memicu kritik keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan (BEM SEKA).

Koordinator Wilayah BEM SEKA Kalimantan Barat, Meksi Kerol, menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Ia menyebut, jika stok benar-benar aman, maka kelangkaan di SPBU mengindikasikan adanya masalah serius dalam distribusi.

“Pernyataan stok aman itu omong kosong jika masyarakat masih antre berjam-jam dan tetap kehabisan BBM. Pemerintah harus turun langsung ke lapangan, jangan hanya menerima laporan,” tegasnya, Jumat (20/03).

Meksi juga menyoroti dugaan praktik penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan momentum jelang Lebaran, termasuk penggunaan tangki modifikasi untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar.

Menyikapi hal tersebut, BEM SEKA Kalbar menyampaikan tiga tuntutan utama: mendesak pemerintah dan aparat melakukan sidak untuk membongkar mafia BBM, memperketat distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran, serta menempatkan personel keamanan di setiap SPBU guna mengawasi antrean dan mencegah penyelewengan.

BEM SEKA pun memperingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kondisi ini. Mereka menilai lambannya penanganan krisis BBM sebagai bentuk kurangnya empati terhadap masyarakat yang tengah menjalani ibadah puasa dan bersiap menyambut Idulfitri.

“Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kemarahan publik akan meluas menjadi gerakan sosial yang lebih besar,” pungkas Meksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan

14 Mei 2026 - 09:27 WIB

Jangan Obok-Obok Kalbar!” Aliansi Generasi Muda Dayak Ultimatum KPK soal Dugaan Korupsi Jalan Kabupaten Mempawah

12 Mei 2026 - 11:02 WIB

HIPMI Kalbar Solid Dukung Ade Jona Prasetyo Menuju Kursi Ketua Umum BPP HIPMI

11 Mei 2026 - 03:44 WIB

HWCI Kalbar dan Radio Republik Indonesia Pontianak Jalin Kerja Sama Gerakan Kemanusiaan dan Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Rentan, Tidak Hanya Perempuan dan Anak

8 Mei 2026 - 12:19 WIB

Trending di Berita Kalbar