Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019. Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal” Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu Gemawan Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Mempawah Menguak Tabir Industri Rokok, AJI Jakarta dan AJI Pontianak Gelar Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

Berita Kalbar

Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata

badge-check


Antrean BBM Mengular di Pontianak, BEM SEKA Kalbar Desak Pemerintah Bertindak Nyata Perbesar

Gagasankalbar.com — Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Kota Pontianak dihadapkan pada antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar, bahkan tak jarang pulang dengan tangan kosong setelah BBM dinyatakan habis.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama PT Pertamina tetap menyatakan bahwa stok BBM dalam kondisi aman. Situasi ini memicu kritik keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Kalimantan (BEM SEKA).

Koordinator Wilayah BEM SEKA Kalimantan Barat, Meksi Kerol, menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Ia menyebut, jika stok benar-benar aman, maka kelangkaan di SPBU mengindikasikan adanya masalah serius dalam distribusi.

“Pernyataan stok aman itu omong kosong jika masyarakat masih antre berjam-jam dan tetap kehabisan BBM. Pemerintah harus turun langsung ke lapangan, jangan hanya menerima laporan,” tegasnya, Jumat (20/03).

Meksi juga menyoroti dugaan praktik penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan momentum jelang Lebaran, termasuk penggunaan tangki modifikasi untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah besar.

Menyikapi hal tersebut, BEM SEKA Kalbar menyampaikan tiga tuntutan utama: mendesak pemerintah dan aparat melakukan sidak untuk membongkar mafia BBM, memperketat distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran, serta menempatkan personel keamanan di setiap SPBU guna mengawasi antrean dan mencegah penyelewengan.

BEM SEKA pun memperingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan kondisi ini. Mereka menilai lambannya penanganan krisis BBM sebagai bentuk kurangnya empati terhadap masyarakat yang tengah menjalani ibadah puasa dan bersiap menyambut Idulfitri.

“Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kemarahan publik akan meluas menjadi gerakan sosial yang lebih besar,” pungkas Meksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal”

5 Juni 2026 - 09:33 WIB

LAZISMU Masjid At-Tanwir Santuni Fakir Miskin dan Salurkan Subsidi Sembako Murah

31 Mei 2026 - 09:24 WIB

Tim SAR Gabungan Cari Korban Hilang Akibat Sampan Terbalik Saat Memancing di Sungai Laut Tanjung Bunga

30 Mei 2026 - 08:31 WIB

Rayakan Harlah ke-76, Umi Marzuqoh: Fatayat NU Kalbar Harus Memberdayakan Perempuan hingga ke Pelosok Desa

24 Mei 2026 - 02:09 WIB

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

Trending di Berita Kalbar