Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Gelar Aksi di Depan DPRD Kalimantan Barat - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Dugaan Kekerasan Psikis Anak Dampak Perselingkuhan, KPAD Kayong Utara Lakukan Pendampingan BEM Untan dan Elemen Masyarakat Aksi di Kantor Gubernur Kalbar, Soroti Ketimpangan Buruh dan Pendidikan Derahman Hadiri Pelantikan Presidium PMKRI Kubu Raya, Soroti Peran Pemuda di Era Digital Lulusan Pendidikan Delema Memilih Dirikan Lembaga Baru, Kualitas Guru Terabaikan? HMI Cabang Pontianak Umumkan Hasil Seleksi Peserta LK II dan LKK, Lanjut ke Tahap Screening LIMINAL.0 Gelar “12 Jam Menari”: Ritual Gerak Kolektif Rayakan Hari Tari Dunia di Bukit Bumintara Singkawang

Berita Kalbar

Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Gelar Aksi di Depan DPRD Kalimantan Barat

badge-check


					Aliansi Mahasiswa & Masyarakat Gelar Aksi di Depan DPRD Kalimantan Barat Perbesar

Pontianak – Aliansi Mahasiswa & Masyarakat kembali menggelar aksi di depan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, membawa isu nasional dan daerah terkait kebijakan kontroversial Presiden Prabowo Subianto. Sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Salah satu kebijakan terbesar adalah pemotongan anggaran besar-besaran senilai Rp306,69 triliun melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Pemangkasan ini diklaim bertujuan untuk efisiensi belanja negara dan pengalokasian ulang dana ke program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya layanan publik esensial di berbagai sektor.

Rilis pers ini akan mengulas dampak dari kebijakan tersebut terhadap berbagai sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, BMKG, dan sosial, serta dampak pemotongan anggaran di Kalimantan Barat. Kebijakan Presiden Prabowo tersebut membuat berbagai sektor penting mengalami kekacauan. Berikut adalah dampaknya:

  1. Infrastruktur:
    • Anggaran untuk sektor infrastruktur dipangkas sebesar Rp81 triliun. Akibatnya, pembangunan jalan dan jembatan terhambat, proyek bendungan dan irigasi dipotong, sehingga ekonomi daerah tidak bisa tumbuh dengan baik.
  2. Pendidikan:
    • Anggaran Kementerian Pendidikan dipotong lebih dari 50%. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk siswa miskin terancam hilang, dan banyak guru honorer yang kehilangan pekerjaan. Selain itu, dana operasional sekolah dikurangi, sehingga fasilitas pendidikan semakin terbatas.
  3. Kesehatan:
    • Kementerian Kesehatan mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp19,6 triliun. Akibatnya, subsidi BPJS Kesehatan hilang, harga layanan kesehatan melonjak, dan stok obat serta alat medis berkurang. Program vaksinasi juga terhambat, meningkatkan risiko penyakit menular.
  4. Sosial:
    • Kementerian Sosial juga mengalami pemotongan anggaran. Bantuan sosial seperti BLT dan PKH dipangkas, sementara operasional panti sosial ditunda. Bantuan untuk lansia, penyandang disabilitas, atau anak terlantar berkurang.
  5. BMKG:
    • Anggaran BMKG dipotong lebih dari 50%, mengakibatkan akurasi prediksi cuaca turun dari 90% menjadi 60%. Ini berdampak serius pada peringatan dini bencana alam. Di Kalimantan Barat, misalnya, banjir di Kabupaten Sanggau awal tahun ini terjadi tanpa pemberitahuan dari BMKG.

Kalimantan Barat merasakan langsung dampak dari kebijakan ini. Salah satu contohnya adalah kegagalan BMKG dalam memberi peringatan tentang bencana, sehingga banjir datang tanpa peringatan dan mengejutkan warga. Efisiensi anggaran ini mengorbankan keselamatan rakyat.

Jika tujuan kebijakan ini adalah untuk efisiensi, hasilnya justru bisa membuat semua sektor semakin kacau. Semoga Presiden Prabowo segera menemukan cara agar efisiensi tidak membuat sektor-sektor vital kolaps.

Tuntutan:

  1. Tuntaskan mitigasi bencana dan segala macam upaya perusakan lingkungan di Kalimantan Barat.
  2. Tolak efisiensi anggaran yang mempersulit masyarakat dalam mendapatkan akses di sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan sosial yang berkualitas baik.
  3. Menuntut pemerintah daerah untuk segera merealisasikan peningkatan kualitas pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan sosial yang merata dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Forum Harmonisasi SLIK OJK, DPD REI Kalbar Dorong Akses KPR MBR Lebih Luas

1 Mei 2026 - 02:45 WIB

Koordinator Regional BGN Kalimantan Penuhi Undangan Komnas HAM Kalbar Soroti Pelaksanaan MBG

29 April 2026 - 20:34 WIB

Presiden Mahasiswa Polnep Dilaporkan ke Polisi Usai Aksi Demo 8 April 2026

28 April 2026 - 03:05 WIB

GMNI Kalbar Apresiasi Musrenbang Pemprov Kalbar yang Libatkan Masyarakat dan Pemuda

21 April 2026 - 16:00 WIB

FOMDA Kalbar Soroti Lambannya Penanganan Teror Beruntun di Air Upas

21 April 2026 - 15:40 WIB

Trending di Berita Kalbar