Breaking News

Kayong Utara

Ikhtiar Menghidupkan Inklusifitas Gerakan Literasi di Tanah Kayong

badge-check

Ikhtiar Menghidupkan Inklusifitas Gerakan Literasi di Tanah KayongPerbesar

Gagasankalbar.com – Komunitas literasi di Kalimantan Barat patut berbangga setelah mendapat apresiasi dan penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia beberapa waktu lalu pada tanggal 25 Mei 2026.

Penghargaan tersebut adalah salah satu indikator penentunya adanya inklusifitas. Komunitas literasi yang mendapat apresiasi tersebut adalah Borneo Kids, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa, Betuah Islamic School, Komunitas Literasi Membara dan Rumah Baca Masyarakat.

Neng Marlina Efendi Ketua TBM Sahabat Cita Khatulistiwa asal Kabupaten Ketapang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah dalam melakukan pembinaan komunitas literasi khususnya di Kalimantan Barat, ucapnya kepada media pada Kamis (11/06).

Menurut Marlina, melalui apresiasi ini TBM Sahabat Cita Khatulistiwa akan membuat program bagaimana meningkatkan kegemaran literasi dan sastra lisan dikalangan anak muda, terangnya

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan jembatan menuju pemahaman yang lebih dalam terhadap informasi, budaya, dan lingkungan sosial. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, kemampuan literasi menjadi filter utama bagi masyarakat agar tidak mudah terpapar disinformasi, Sahut Marlina

Sementara itu, literasi yang efektif adalah literasi yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses baik secara fisik, ekonomi, maupun geografis.
Sering kali, program literasi terjebak pada format yang kaku dan standar yang terlalu akademis, sehingga mengesampingkan mereka yang memiliki hambatan disabilitas atau tingkat literasi fungsional yang rendah, tandas Marlina

“modernisasi membawa tantangan berupa mulai lunturnya nilai-nilai kearifan lokal. Cerita rakyat, tradisi tutur, dan filosofi hidup daerah yang kaya akan pesan moral kini mulai jarang diwariskan ke generasi muda karena dianggap tidak relevan dengan tren masa kini”, ujar Marlina

Marlina yang mempunyai peminatan tentang sejarah lokal mengatakan bahwa Inklusivitas dalam literasi berarti menciptakan ruang belajar yang ramah bagi semua: anak-anak, lansia, hingga kawan-kawan difabel. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal, literasi menjadi lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Menggunakan pendekatan “Kearifan Lokal” berarti menghargai identitas diri dan sejarah bangsa, sehingga ilmu yang diserap tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menguatkan karakter dan rasa memiliki terhadap tanah air,

Menurut Marlina, Kabupaten Ketapang, atau yang dikenal dengan sebutan Tanah Kayong, memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa, mulai dari tradisi lisan masyarakat Dayak, budaya Melayu pesisir, hingga jejak sejarah Kerajaan Matan. Namun, di era digital ini, narasi lokal seperti Syair Gulung dan legenda rakyat mulai memudar di kalangan generasi muda, ucapnya

Marlina menambahkan, selain itu, akses terhadap literasi masih sering bersifat eksklusif, meninggalkan kawan-kawan penyandang disabilitas dan kelompok lansia di desa-desa. Program ini diinisiasi untuk menghidupkan kembali semangat literasi yang inklusif yang bisa diakses oleh siapa saja dengan mengangkat nilai-nilai luhur Ketapang sebagai materi utama, tegasnya

Berdasarkan kondisi di atas, program “Literasi Inklusif Berbasis Kearifan Lokal” ini hadir untuk mendobrak sekat-sekat aksesibilitas dengan cara mengemas kembali nilai-nilai luhur daerah ke dalam metode pembelajaran yang kreatif, partisipatif, dan dapat diakses oleh siapa saja, harap Marlina

“literasi tidak lagi menjadi menara gading, melainkan menjadi nafas kehidupan yang memberdayakan setiap individu untuk terus bertumbuh bersama identitas budayanya” tutupnya

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Jatuh ke Laut Saat Mengelas Tiang Pelabuhan di Kayong Utara

1 Sep 2026 - 20:40 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Jatuh ke Laut Saat Mengelas Tiang Pelabuhan di Kayong Utara

Operasi SAR ABK TB Rimba Megah XV di Kayong Utara Ditutup, Dua Korban Belum Ditemukan

29 Agu 2026 - 10:50 WIB

Operasi SAR ABK TB Rimba Megah XV di Kayong Utara Ditutup, Dua Korban Belum Ditemukan

Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian ABK TB Rimba Megah XV yang Tenggelam di Perairan Pulau Meledang

24 Agu 2026 - 06:23 WIB

Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian ABK TB Rimba Megah XV yang Tenggelam di Perairan Pulau Meledang

Dialog Multipihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan Responsif Gender dan Adaptif Perubahan Iklim di Kayong Utara

23 Jun 2026 - 01:32 WIB

Dialog Multipihak Perkuat Kolaborasi Pembangunan Responsif Gender dan Adaptif Perubahan Iklim di Kayong Utara

Tim SAR Gabungan Berhasil Selamatkan Delapan Korban Kapal Motor Tenggelam di Perairan Sungai Cina Kayong Utara

4 Jun 2026 - 08:41 WIB

Tim SAR Gabungan Berhasil Selamatkan Delapan Korban Kapal Motor Tenggelam di Perairan Sungai Cina Kayong Utara
Trending di Kayong Utara