Gagasankalbar.com – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat bekerja sama dengan Lapas Dewasa Kelas II A Pontianak menggelar pengajian rutin setiap Jumat bagi warga binaan. Kegiatan ini disambut antusias, terlihat dari kesungguhan peserta mengikuti setiap rangkaian pengajian.
Salah satu pengisi kajian, Muhammad Viki Riandi, mengatakan semangat warga binaan menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.
“Ada satu hal yang benar-benar menyentuh hati saya, yaitu kesungguhan mereka untuk belajar setiap pekan. Meski dalam berbagai keterbatasan, mereka datang dengan penuh perhatian, duduk tenang, dan menyimak materi dengan sungguh-sungguh,” ujarnya kepada Gagasankalbar.com, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, banyak warga binaan membawa mushaf, mencatat sederhana, atau sekadar mendengarkan dengan hati terbuka. “Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendekat kepada Allah,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat setelah warga binaan kembali ke lingkungan sosial. “Masyarakat seharusnya membuka pintu penerimaan, memberikan kesempatan bekerja, serta mendukung mereka untuk tetap berada dalam lingkungan yang sehat—masjid, majelis ilmu, dan komunitas kebaikan. Dengan begitu, mereka akan merasa dihargai, tidak terasing, dan lebih mudah istiqamah dalam kebaikan,” jelasnya.
Kerja sama antara LDK Muhammadiyah Kalbar dan Lapas Kelas II A Pontianak ini menunjukkan pembinaan warga binaan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pihak lapas, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. *(Ewok)










