Wakil Gubernur Kalimantan Barat: Kebijakan Barcode di SPBU Menyulitkan Masyarakat - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar Baitul Arqom Dasar, Perkuat Kapasitas Kader Hakim Tolak Eksepsi Showroom Auto88 dan Dipostar Finance, Kasus Dugaan Tagihan Fiktif dan Penahanan BPKB Siap Dibuktikan di Persidangan Suasana Reflektif Warnai Pembinaan Keagamaan di Lapas Kelas IIA Pontianak Anggota DPRD Kubu Raya Kecam Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Minta Pendampingan Korban Dipercepat Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026 PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan

Berita Kalbar

Wakil Gubernur Kalimantan Barat: Kebijakan Barcode di SPBU Menyulitkan Masyarakat

badge-check


					Wakil Gubernur Kalimantan Barat: Kebijakan Barcode di SPBU Menyulitkan Masyarakat Perbesar

GAGASANKALBAR.COM – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan penggunaan barcode di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Menurut Krisantus, aturan ini menyulitkan masyarakat tanpa memberikan manfaat yang jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan Krisantus dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Kamis, 6 Maret 2025. Pada kesempatan itu, Krisantus juga menyoroti maraknya peredaran Pertamax oplosan yang meresahkan para pengguna kendaraan.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian Pertamina. Banyak Pertamax-pertamax oplosan beredar di Indonesia. Mungkin mobil Pak Gubernur juga sudah diisi dengan Pertamax oplosan. Sudah mulai batuk-batuk kali mobilnya,” kata Krisantus.

Menurut Krisantus, kebijakan barcode justru dapat mempercepat peredaran bahan bakar oplosan, karena masyarakat terpaksa membeli bahan bakar tanpa jaminan kualitas akibat aturan yang membatasi akses bahan bakar subsidi. Krisantus menegaskan bahwa Kalimantan Barat tidak perlu menerapkan kebijakan barcode di SPBU karena aturan ini hanya membuat masyarakat kesulitan saat membeli bahan bakar.

“Kebijakan barcode ini tidak ada manfaatnya. Hanya menyulitkan masyarakat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cornelis Dorong Internasionalisasi Dayak Lewat Kongres Literasi dan Dayak Book Fair 2026

14 Mei 2026 - 21:50 WIB

PWA Kalbar Soroti Pentingnya Budaya Sekolah Anti Kekerasan

14 Mei 2026 - 09:27 WIB

Jangan Obok-Obok Kalbar!” Aliansi Generasi Muda Dayak Ultimatum KPK soal Dugaan Korupsi Jalan Kabupaten Mempawah

12 Mei 2026 - 11:02 WIB

HIPMI Kalbar Solid Dukung Ade Jona Prasetyo Menuju Kursi Ketua Umum BPP HIPMI

11 Mei 2026 - 03:44 WIB

HWCI Kalbar dan Radio Republik Indonesia Pontianak Jalin Kerja Sama Gerakan Kemanusiaan dan Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Rentan, Tidak Hanya Perempuan dan Anak

8 Mei 2026 - 12:19 WIB

Trending di Berita Kalbar