Wagub Krisantus Apresiasi Pekan Gawai Dayak ke-3: Budaya Dayak Adalah Fondasi Bangsa - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Bawaslu Kubu Raya Perkuat Sinergi dengan Dinas PMD, Siapkan PKS untuk Pengawasan Pemilu Bukti Chat Mencuat, Dugaan Pemerasan dan Praktik Mafia Tanah Libatkan Oknum Kades Kubu Raya Masuki Babak Baru Universitas Muhammadiyah Pontianak Lepas 970 Mahasiswa KKN, Sebar ke Lima Kabupaten hingga Malaysia Pemkot Pontianak Terbuka terhadap Wacana Perda LGBT, Tekankan Kajian Komprehensif DPRD Kota Pontianak Dorong Regulasi Nasional Terkait LGBT PDA Pontianak Luncurkan Posbakum, Prioritaskan Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu, Perempuan Rentan, dan Anak

Nasional

Wagub Krisantus Apresiasi Pekan Gawai Dayak ke-3: Budaya Dayak Adalah Fondasi Bangsa

badge-check


Pekan Gawai Dayak ke-3 di Tangerang, Wagub Krisantus: Budaya Harus Dijaga agar Tak Punah Perbesar

Pekan Gawai Dayak ke-3 di Tangerang, Wagub Krisantus: Budaya Harus Dijaga agar Tak Punah

Gagasankalbar.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-3 yang digelar Forum Dayak Kalimantan Jakarta (FDKJ). Acara yang berlangsung di Hampton Square Serpong, Tangerang, Sabtu (8/11/2025) malam, dihadiri berbagai tokoh dan masyarakat Dayak di perantauan, serta menjadi ruang penting untuk merawat identitas budaya di tengah modernitas.

Dalam sambutannya, Wagub Krisantus menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat kepada FDKJ atas konsistensi menyelenggarakan PGD yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Kalau yang pertama kurang baik, maka yang kedua lebih baik. Yang ketiga tentu makin baik. Dan saya berharap tahun-tahun berikutnya FDKJ terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan demi pelestarian budaya Dayak di Republik Indonesia,” ujarnya saat membuka acara secara resmi.

Wagub menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi keberlangsungan sebuah suku, terlebih di tengah percepatan teknologi, informasi, dan komunikasi.
“Masyarakat yang tidak berbudaya adalah masyarakat yang akan punah ditelan zaman. Budaya adalah kekayaan yang harus dijaga,” tegasnya.

Ia juga menepis stereotip negatif yang kerap dilekatkan kepada masyarakat Dayak.
“Dayak itu bukan seram, bukan terisolasi. Sesungguhnya masyarakat Dayak itu cerdas, ganteng-ganteng, cantik-cantik, dan sangat bersahabat,” ungkapnya.

Wagub Krisantus menegaskan pentingnya menanggalkan pembeda antara masyarakat “asli” atau “pendatang” di Kalimantan Barat. Dengan keberagaman 24 suku dan hampir seluruh suku di Indonesia yang hidup berdampingan di Kalbar, ia menyebut Dayak maupun Melayu senantiasa menyambut semua saudara dengan tangan terbuka.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tangerang yang telah memberikan ruang bagi warga Dayak di Pulau Jawa untuk merayakan Gawai Dayak.
“Saya berharap ke depan terjalin kerja sama antarbudaya antara Kabupaten Tangerang dan Provinsi Kalimantan Barat, demi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FDKJ Gregorio Victor Leo Oendoen memaparkan berbagai capaian organisasi hingga tahun 2025, terutama di sektor ekonomi, sosial, dan budaya.

Koperasi Suniot Talino yang berdiri sejak 2022 menunjukkan perkembangan signifikan. Awalnya bergerak di simpan pinjam, kini berkembang menjadi koperasi konsumen dengan capaian Hampir 200 anggota dan Aset mencapai Rp750 juta, dengan 60% beredar untuk modal UMKM anggota, serta Pembiayaan pengadaan kendaraan, kebutuhan rumah tangga, dan modal usaha, Pengelolaan lahan hortikultura 9 hektare di Cimanggis, Depok, Galur Tengah, dan Jonggol, Komoditas: bawang merah, cabai, jagung, mentimun, dan buncis, Produk panen dipasok ke berbagai pihak, termasuk Bipang Ambawang.

FDKJ juga membina 40 pelaku UMKM di bidang kuliner, minuman tradisional, dan makanan khas Dayak, seperti Tuak dan wine, Keripik pare dan keripik pisang serta Tempoyak, cencalok, dan kuliner Dayak lainnya.

Di bidang sosial dan budaya, FDKJ aktif membina kelompok seni internal. Penampil musik dan tari pada PGD kali ini adalah murni anggota FDKJ, bukan musisi sewaan.
Mereka rutin tampil di Taman Mini dan mendapat pembinaan mingguan oleh pelatih yang bekerja secara sukarela.

“Panggung pembinaan ini berjalan aktif seminggu sekali, menjadi wadah bagi kader seni Dayak untuk berkembang dan tampil percaya diri,” jelas Leo. (rfa/ica) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UM Metro Kirim Empat Mahasiswa ke Akademi Sejarawan Muhammadiyah Batch 1 di Yogyakarta

16 Juli 2026 - 00:05 WIB

Inovasi Wondr by BNI: Fitur Canggih Ini Otomatis Blokir Transaksi Saat Ada Telepon Masuk

4 Juli 2026 - 06:21 WIB

Perangi Pinjol Ilegal, AFPI dan PWI Siapkan Kerja Sama Literasi Keuangan

19 Juni 2026 - 02:15 WIB

Diskusi di UGM Ricuh, Mahasiswa Geruduk Acara dan Hadang Kendaraan Pejabat

16 Juni 2026 - 12:04 WIB

Dekan Fakultas Hukum UM Pontianak Raih Predikat Wisudawan Terbaik PDIH UNISSULA

15 Juni 2026 - 13:40 WIB

Trending di Nasional