Gagasankalbar.com — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang resmi diserahkan dari Yayasan Al-Haudl kepada Persyarikatan Muhammadiyah dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (8/4).
Acara serah terima yang berlangsung pukul 10.20 hingga 11.25 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah serta perwakilan Yayasan Al-Haudl dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat.
Penyerahan dilakukan oleh pihak Yayasan Al-Haudl yang diwakili oleh Muhammad Tohir, selaku Sekretaris Yayasan, berdasarkan kuasa yang diberikan oleh seluruh pembina dan pengurus Yayasan. Sementara itu, pihak Muhammadiyah diwakili langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir
Turut mendampingi dalam acara tersebut sejumlah pimpinan PP Muhammadiyah, antara lain Irwan Akib,Agung Danarto, A. Dahlan Rais, M.Hum, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhamad Sayuti serta jajaran Majelis Dikti-Litbang PP Muhammadiyah, yaitu Ahmad Jaenuri dan Ahmad Muttaqien
Acara ini juga disaksikan oleh perwakilan PWM Kalimantan Barat, yakni Wakil Ketua PWM Kalbar Ikhsanudin dan Sekretaris PWM Kalbar Ahmad Zaini
Dalam sambutannya, pihak Yayasan Al-Haudl yang disampaikanmoleh Pembina Yayasan Mansyur menyampaikan bahwa penyerahan ini merupakan hasil kesepakatan seluruh pendiri, pembina, dan pengurus Yayasan. Langkah tersebut diambil dengan harapan agar STAI Al-Haudl dapat berkembang lebih besar dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perjuangan dan dedikasi para pendiri serta pengurus Yayasan Al-Haudl dalam membangun institusi pendidikan tersebut.
“Ini adalah hasil kerja keras dan pengabdian yang luar biasa dari para pendiri dan pengelola. Muhammadiyah menghargai sepenuhnya proses panjang yang telah dilalui hingga berdirinya STAI Al-Haudl,” ujarnya.
Haedar juga menekankan bahwa penyerahan ini merupakan bentuk amal jariyah yang akan terus memberikan manfaat bagi umat. Ia berharap Majelis Dikti-Litbang PP Muhammadiyah dapat menindaklanjuti proses pengembangan STAI Al-Haudl menjadi institut atau universitas, sehingga dampaknya semakin luas.
Selain itu, ia juga mendorong PWM Kalimantan Barat untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah strategis dalam memperluas dakwah dan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut, khususnya di Kabupaten Ketapang.
Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan dokumen serah terima antara kedua belah pihak sebagai simbol resmi bergabungnya STAI Al-Haudl Ketapang ke dalam amal usaha Muhammadiyah.










