Gagasankalbar.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menyambut positif antusiasme generasi muda dalam mengikuti Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Lembaga Bawaslu dalam Penegakan Hukum Pemilu”.
Sebanyak empat perguruan tinggi asal Kalimantan Barat mengikuti tahap eliminasi kompetisi, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ma’arif Sintang, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas.

Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran serta Data dan Informasi, Uray Juliansyah, di Pontianak, Selasa, mengatakan keikutsertaan empat perguruan tinggi tersebut pada tahap eliminasi menunjukkan meningkatnya perhatian kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, terhadap isu kepemiluan dan penegakan hukum pemilu.
“Kami mengapresiasi semangat mahasiswa Kalimantan Barat yang mengikuti tahap eliminasi Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI. Debat ini bukan hanya menjadi ajang adu argumentasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai sistem demokrasi, pengawasan pemilu, dan penegakan hukum pemilu di Indonesia,” kata Uray.
Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi tersebut merupakan bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Melalui ajang itu, peserta didorong menyampaikan gagasan, kritik, dan solusi konstruktif mengenai penguatan kelembagaan Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum pemilu.
Ia berharap delegasi Kalimantan Barat dapat menampilkan argumentasi yang kuat, berbasis data, regulasi, dan kajian akademik selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi.
“Kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kapasitas intelektual sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga integritas pemilu. Kami berharap peserta dari Kalimantan Barat dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik daerah,” ujarnya.
Bawaslu Kalimantan Barat menilai Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan literasi kepemiluan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui keterlibatan mahasiswa, diharapkan lahir generasi muda yang kritis, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi dan penegakan hukum pemilu di Indonesia.
Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026 merupakan agenda yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berdiskusi dan beradu gagasan mengenai penguatan penegakan hukum pemilu sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.
















