Gagasankalbar.com – Acara Sharing Time edisi Muharram dengan tema Spiritual Journey: Find A Meaningful Life yang digagas Dapur Muslimah Baiti Jannati dan kolaborasi dari berbagai pihak Seperti Dapur Kite, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sahabat Cita Khatulistiwa, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kabupaten Ketapang, sukses digelar pada minggu (21/06) di Aula PLN UP3 Ketapang.
Seminar Sharing Time Edisi Muharram diikuti 55 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Ketapang yaitu Politeknik Negeri Ketapang, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl, dan STKIP Tanjungpura serta Universitas Sapta Group AMKI Ketapang

Dalam kegiatan ini apresiasi positif tersebut datang dari Renandha Mahasiswa semester 4 (empat) Jurusan Matematika STKIP Tanjungpura Ketapang mengatakan kegiatan tersebut selain menambah pengetahuan, wawasan dalam mengenal alam dan seisinya” tegasnya kepada media
“Alhamdulillah, ucapan syukur tiada henti dengan kekuasaan Allah SWT sang pencipta yang agung”, ucapnya
Renandha juga mengutarakan kegembiraannya mendapat relasi dan pertemanan baru lintas kampus. Kegiatan ini sangat baik menjadi wadah silaturahim. Walaupun diselingi berbagai permainan dalam sesi ice breaking namun terasa masih kurang waktu dalam pemberian materi, sahutnya
“Banyak hal interaktif yang kami perlu tingkatkan namun belum mempunyai keberanian dalam menyampaikan pendapat secara langsung di forum kegiatan tersebut” terangnya
Harapannya kedepan bisa terlibat lebih aktif lagi sehingga tujuan kegiatan bisa diimplementasikan secara bijaksana dan mempertajam kecerdasan dalam menuntut ilmu, harapnya
Sementara itu, Rizka Nandita Setiawaty, peserta dari Jurusan Manajemen informatika semester 2 (dua) Universitas Sapta Group AMKI Ketapang mengatakan awalnya kehadirannya dalam kegiatan seminar tersebut hanya mengisi kekosongan waktu di waktu akhir pekan dan mau menambah ilmu pengetahuan di sela-sela perkuliahan, ucapnya
Apa dalam bayangan seperti seminar yang diikuti sebelumnya namun kenyataannya berbeda ternyata kegiatannya sangat bermakna sekali dalam perjalanan hidup kedepan, jelasnya dengan riang
“awalnya bagi Rizka, sebelum masuk dalam sesi materi ia mengungkapkan penuh tanda tanya dalam pikiran. Ini kenapa ya? Gimana cara kerja teorinya? Apakah bisa dipraktikkan atau hanya motivasi semu?” Tegasnya
Rizka juga menambahkan, seminar ini sangat menjawab semua pertanyaan atas kegelisahan saja. Di dalam Sesi Outer Journey (perjalanan keluar) itu bener-bener di luar pikiran saya. Pembicara menyampaikan bahwa Allah Maha Besar, dan semua unsur dalam kehidupan selalu berputar seperti berlawanan arah jarum jam, terangnya
Ini seperti kenyataan yang membuat saya sadar, serumit apapun kehidupan, seberat apapun tugas atau masalah, semuanya tetap berputar dalam arah yang Allah tentukan, dan manusia hanya menjalankan apa yang sudah ditakdirkan, jelasnya
Kesan positif juga, ketika pemateri menyampaiakan secara logis dan terstruktur, ada tahapan-tahapan yang langsung bisa aku terapkan di dalam kehidupan, sahutnya
“Tapi menurutku, ungkap Rizka, tidak kalah mengharuskan ketika sesi Inner Journey (perjalanan batin) yang directly based on Al-Qur’an”, .
Seminar Sharing Time Edisi Muharram ini memberikan saya dua hal yang saling melengkapi yakni dalam sesi Outer Journey yang menerangkan kesadaran bahwa Allah Maha Besar dan semua kehidupan berputar sesuai arahan Allah SWT. Sedangkan sesi Inner Journey sebagai kompas moral dari Al-Qur’an dan keberadaan kita sebagai manusia hanya sementara waktu, jelasnya
Seminar ini buat siapa pun yang mau unggul secara intelektual, profesional, dan spiritual dan tidak melupakan panduan Al-Qur’an, Asmaul Husna, dan perjuangan Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam proses dakwah dan teladan serta kebijaksaan yang bisa direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari, tutupnya
















