Rubertus Nelayan di Ketapang Ditemukan Tim SAR Gabungan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Tepi Sungai Laur - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Habe Series #4 Singkawang Dukung Proses Hukum Kasus Penghinaan Difabel, Agim Nastiar Berikan Support untuk Nafila Putri Kuasa Hukum Desak Pembatalan Status Tersangka Ketua Bawaslu Kota Pontianak Solmadapar Gelar Aksi di Kantor Gubernur, Soroti Kasus Pembakaran Rumah di Air Upas Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter di Sanggau Berjalan Lancar Tim SAR Temukan Titik Awal Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau

Ketapang

Rubertus Nelayan di Ketapang Ditemukan Tim SAR Gabungan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Tepi Sungai Laur

badge-check


					Rubertus Nelayan di Ketapang Ditemukan Tim SAR Gabungan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Tepi Sungai Laur Perbesar

Gagasankalbar.com – Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Rubertus Raon (51), warga Dusun Gebok, Desa Kenaga, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, dalam keadaan meninggal dunia di tepi Sungai Laur, pada Jumat (7/11/2025).

Korban yang diketahui berprofesi sebagai nelayan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (6/11/2025) setelah berpamitan kepada keluarga untuk memasang pukat di sungai. Namun hingga sore hari, Rubertus tak kunjung kembali ke rumah. Warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan selama dua hari.

“Sejak pertama kali dilaporkan Kamis, 6 November, hingga korban ditemukan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama dua hari,” ujar Junetra.

Ia menambahkan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di tepi Sungai Laur, sekitar 29 meter ke arah hulu sungai dari lokasi awal pencarian.

“Proses evakuasi berlangsung tanpa kendala, dan korban telah diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya.

Pencarian melibatkan unsur Kantor SAR Pontianak, TNI-Polri, serta masyarakat setempat. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir dan nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama di musim hujan dengan arus yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kolaborasi Wakaf Al-Azhar dan Mitra Lokal Perkuat Literasi Al-Qur’an di Kalbar

13 April 2026 - 10:52 WIB

Pelantikan REI Ketapang–Kayong Utara 2025–2028 Dorong Ekonomi Daerah

13 April 2026 - 09:51 WIB

TBM Sahabat Cita Khatulistiwa Perkuat Generasi Muda Literasi dengan Membaca

12 April 2026 - 10:53 WIB

STAI Al-Haudl Ketapang Resmi Diserahkan kepada Muhammadiyah

8 April 2026 - 15:20 WIB

KREASI Rampungkan Tahun Pertama di Ketapang, Sinergi Pemda Jadi Kunci Keberhasilan

4 April 2026 - 10:24 WIB

Trending di Ketapang