Gagasankalbar.com – Indonesia harus mempersiapkan diri dalam menghadapi bonus demografi tahun 2045 dengan memperkuat kemampuan membaca yang akan menjadi kunci bagi generasi muda untuk bersaing. Menurut studi McKinsey baru-baru ini Indonesia bisa menjadi negara hebat di dunia pada tahun 2045 dengan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing
Salah satu yang menjadi perhatian penting adalah peran pemerintah dalam menyediakan bahan bacaan bermutu kepada masyarakat melalui Perpustakaan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 4 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebut bahwa Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ketua TBM Sahabat Cita Khatulistiwa
Neng Marlina Efendi menyebut, selain perpustakaan yang dikelola pemerintah daerah terdapat perpustakaan yang berbasis dimasyarakat dan dikelola secara profesional oleh pegiat literasi yakni Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
“Kehadiran TBM sangat diperlukan dalam meningkatkan literasi di masyarakat khususnya generasi muda disemua tingkat pendidikan baik formal maupun informal” tegasnya
Marlina Sapaan akrabnya juga mengatakan TBM Sahabat Cita Khatulistiwa sudah melakukan kolaborasi dengan mahasiswa diberbagai perguruan tinggi di Kabupaten Ketapang seperti Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl dan Politeknik Negeri Ketapang, dalam meningkatkan minat baca dan ruang bagi generasi muda dalam mengenal lebih dekat dunia literasi, jelas Marlina
“peningkatan kegemaran membaca juga dilakukan diberbagai sekolah dasar/sederajat di Kabupaten Ketapang seperti yang telah dilakukan kegiatan Read Aloud (membaca nyaring) di Kecamatan Benua Kayong yakni SDN 20, SDN 4 dan SDN 1. Belum lama ini hal serupa juga dilaksanakan di SDN 14 dan Madrasah Ibtidaiyah Sirojul Mukminin Az Zakiyah Desa Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan”, terangnya
Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat literasi pada generasi muda dan sangat diperlukan dukungan dari berbagai pihak demi keberlanjutan dalam pembudayaan kegemaran membaca dan pengembangan pola pendidikan literasi lebih kreatif dan inovatif dalam menjangkau akses serta memberikan mamfaat lebih luas kepada masyarakat, harapnya
“Tak hanya itu saja, ikhtiar memperkuat literasi tetap dijalankan dengan terus mengedukasi generasi muda di ruang-ruang publik seperti taman kota, tempat wisata pantai dan warung kopi”, tutup Marlina
















