Menu

Mode Gelap
Densus 88 Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar “Refleksi Kebangsaan Ramadhan” Guna Tangkal Radikalisme Pemkab Kubu Raya Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi dan Radikalisme Dukung Aturan Pemerintah Pusat Terkait Pembatasan Medsos Anak, Kesbangpol Kubu Raya Siap Kawal Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 Prokrastinasi Akademik Mahasiswa: Lemahnya Self-Regulation dan Normalisasi Kebiasaan Menunda Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Ramah Kapuas Hulu ​Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Bendahara Umum PSI Kunjungi Sejumlah Pesantren

Sanggau

“Ngijong Sekolah”, Cara Bawaslu Sanggau Didik Pemilih Pemula tentang Demokrasi

badge-check


					“Ngijong Sekolah”, Cara Bawaslu Sanggau Didik Pemilih Pemula tentang Demokrasi Perbesar

Gagasankalbar.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sanggau menggelar kegiatan bertajuk “Ngijong Sekolah” di Sekolah Menengah Atas Don Bosco Sanggau pada Senin, 6 Oktober 2025. Nama kegiatan ini diambil dari bahasa Sanggau yang berarti mengunjungi sekolah, sebagai bentuk pendekatan edukatif Bawaslu dalam memberikan pendidikan politik sejak dini kepada generasi muda. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi di kalangan pelajar, khususnya pemilih pemula.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Sanggau, Septiana Ika Kristia, menyampaikan harapannya agar para siswa dapat menjadi agen perubahan dan turut serta dalam mengawasi proses pemilu di lingkungan masing-masing. “Sekalipun belum memiliki hak pilih, pemahaman tentang demokrasi harus sudah mulai ditanamkan sejak sekarang,” tegasnya. Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya diberikan menjelang pemilu, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

Septiana juga menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai administrasi kepemiluan bagi para pemilih pemula. Ia menegaskan bahwa seseorang baru dapat menjadi pemilih jika telah berusia 17 tahun atau sudah menikah, dan syarat tersebut harus dibuktikan dengan kepemilikan KTP elektronik. Oleh karena itu, ia mendorong para pelajar yang memasuki usia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman KTP agar dapat resmi terdaftar sebagai pemilih pada pemilu mendatang.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa salah satu bentuk tanggung jawab dalam berdemokrasi adalah ikut berpartisipasi dalam memilih pemimpin bangsa dengan penilaian yang adil. Pemilih pemula, kata Septiana, harus mampu menilai calon pemimpin berdasarkan integritas dan moralitas, bukan hanya popularitas semata. “Pilihlah pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Septiana mengingatkan para pelajar untuk tidak hanya melihat sosok kandidat dari sisi personal, tetapi juga menilai program kerja yang mereka usung. Setiap visi dan misi calon presiden, katanya, harus dikaji dari segi dampak, manfaat, dan implementasinya bagi kepentingan negara. Melalui Ngijong Sekolah, Bawaslu Sanggau berharap tumbuhnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap menjadi penjaga demokrasi Indonesia. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anak Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan Meninggal Dunia

6 Februari 2026 - 14:58 WIB

Tim SAR Gabungan Cari Bocah 4 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Sekayam

4 Februari 2026 - 13:11 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Desa Sayu

24 Desember 2025 - 07:37 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pencarian Tiga Hari

11 Desember 2025 - 09:40 WIB

Dua Warga Hilang Saat MCK, Ditemukan Meninggal di Sungai Kapuas

27 November 2025 - 07:02 WIB

Trending di Sanggau