Ketapang – Bukit Jungkut desa sempurna kecamatan sandai kabupaten Ketapang, banjir durian. Saat puncak musim durian, ratusan pohon durian atau “pokok” durian biasa orang Sandi menyebutnya.
Perjalanan menuju Bukit Jungkut ini di awali melewati jalan becek berlumpur dan berlubang menggunakan motor sangat menantang sekali untuk menuju ke Bukit Jungkut tersebut apa lagi sekarang di Sandai sedang musim hujan dan pada akhir sesampainya di bawah Bukit lalu menyimpan motor di bawah Bukit. Karena motor tidak bisa naik ke bukit itu, selanjutnya kami berjalan kaki menuju bukit tersebut.
Sesudah sampai di lokasi tersebut ada sebuah pohon durian besar bisa dibilang sudah berumur lebih dari seratus tahun berdiri sangat kokoh dan buah durian berjatuhan disekeliking nya. Suasana di bukit jungkut terasa sejuk adem, karena di penuhi warga masyarakat yang sedang bahagia melihat buah durian banyak berjatuhan.
Pondok atau bisa di sebut bagan sementara mulai berdiri di buat oleh warga masyarakat karena untuk warga beristirahat dan berkumpul nya.di bukit ini banyak warga masyarakat yaitu seperti anak-anak, orang dewasa,bahkan ada juga yang sudah lansia mengikuti ke bukit untuk berburu buah durian atau bisa di sebut nyando durian.
Buah durian ini biasa sering di buat untuk tempoyak juga atau buat lempok durian gula durian.
Di sandai sudah banyak orang jual buah durian mulai dari harga 3.000 perbuah.
Setiap hari minggu saya dan teman-teman sering ke bukit jungkut untuk berburu buah durian yang banyak berjatuhan. Musim buah durian di sandai biasa sampai akhir bulan Januari.
Pengalaman berburu buah durian langsung dari pohonya atau biasa di sebut pokoknya menjadi pertualangan yang sangat seru dimana kita bisa bertemu dengan orang yang kenal jadi tidak kenal bisa makan di hutan bersama orang-orang yang sedang berburu buah durian.










