Ketapang terindikasi kasus prostitusi online melalui aplikasi mi chat - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Kesetiaan & Pengkhianatan : Sebuah Ulasan & Renungan Film The King, 2019. Syarif Falmu: “Jangan Sampai Kalbar Jadi Surga Investor, Tapi Neraka Bagi Pencari Kerja Lokal” Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu Gemawan Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Responsif Gender dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kabupaten Mempawah Menguak Tabir Industri Rokok, AJI Jakarta dan AJI Pontianak Gelar Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau”

Ketapang

Ketapang terindikasi kasus prostitusi online melalui aplikasi mi chat

badge-check


Ketapang terindikasi kasus prostitusi online melalui aplikasi mi chat Perbesar

GAGASANKALBAR.COM, Ketapang- Maraknya kasus prostitusi online melalui aplikasi bernama mi chat, ketapang jadi salah satu daerah yang terindikasi kuat temuan praktik prostitusi anak (01/01/2025).

Kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kalimantan Barat membenarkan temuan praktik prostitusi anak yang terjadi di kabupaten ketapang.

Sebelumnya, temuan ini telah di lakukan sampling percakapan di aplikasi perpesan mi chat, hasilnya sangat mengkhwatirkan sejumlah anak di bawah umur terpapar konten percakapan yang mengarah ke eksploitasi seksual.

” Hasilnya sangat mengkhawatirkan, banyak anak di bawah umur yang terjaring konten percakapan mi Chat, ini sudah masuk ini sudah kasus kategori prostitusi anak, tapi ini perlu pendalaman lebih lanjut,” tegas herkulana.

MiChat merupakan aplikasi perpesanan yang kerap di gunakan untuk berkomunikasi, dan ternyata ini adalah celah bagi para pelaku kejahatan seksual untuk menjerat para pelaku, anak-anak yang seharusnya di lindungi malah menjadi sasaran empuk.

Lanjut Herkulana menambahkan, ini perlu penanganan khusus dari pemerintah setempat ataupun provinsi jika di biarkan praktik ini akan terus berkembang bahkan dapat mengancam masa depan generasi muda.

” Ini perlu penanganan serius, jika terus di biarkan praktik prostitusi anak di kabupaten ketapang terus berkembang dan jumlah kejahatan seksual semakin meningkat,” kata herkulana

Herkulana menekankan, peran orang tua dan pemerintah sangat penting dalam mencegah prostitusi anak. Orang tua diharapkan lebih aktif memantau aktivitas anak di dunia maya. Sementara pemerintah harus memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap platform digital.

“Kami tidak bisa bekerja sendirian. Butuh sinergi antara orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk melindungi anak-anak kita,” tegasnya. (Zi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringatan Milad ke-29 STAI AL-HAUDL Ketapang: Semarak Lomba & Kebersamaan Tutup Rangkaian Acara

24 Mei 2026 - 11:47 WIB

Program KREASI Tahun Kedua Resmi Diperluas ke 7 Kecamatan

21 Mei 2026 - 22:46 WIB

KREASI Ubah Strategi di Tahun Kedua, Tim fasilitator Daerah Kini Turun Langsung ke Sekolah Pedalaman Kalbar

21 Mei 2026 - 22:44 WIB

Perkuat Pembinaan Al-quran Berkelanjutan dan Santunan Muallaf di Kecamatan Kendawangan

10 Mei 2026 - 12:48 WIB

PWA Kalbar Fokus Bangun Desa Inklusi di Ketapang, Perempuan Jadi Pilar Utama

1 Mei 2026 - 22:22 WIB

Trending di Ketapang