Gagasankalbar.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap dan kondisi udara tidak sehat berdampak terhadap aktivitas serta pendapatan pengemudi ojek daring (ojol) di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Salah seorang pengemudi ojol, Ian Kintil Sandora, saat ditemui ketika menarik penumpang di wilayah Pontianak, Senin (10/8/2026), mengatakan kondisi tersebut turut berdampak terhadap penurunan jumlah pesanan, terutama layanan antar-jemput siswa.

“Dampaknya bagi driver ojol terutama pada penurunan order antar-jemput siswa karena sekolah beralih daring. Sementara itu, driver yang tetap bekerja juga menghadapi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap dan potensi terganggunya jarak pandang,” katanya.
Menurut Ian, kondisi udara yang tidak sehat membuat pemasukan pengemudi ojol menjadi kurang stabil. Cuaca dan kabut asap juga memengaruhi aktivitas pengemudi yang tetap bekerja di lapangan.
“Pengaruh terhadap pemasukan kurang stabil dikarenakan cuaca yang tidak sehat,” ujarnya.
Ia berharap penanganan karhutla segera dilakukan dan keselamatan para pengemudi ojol yang tetap bekerja di tengah kondisi kabut asap turut menjadi perhatian.
“Kami berharap penanganan karhutla segera dilakukan dan keselamatan driver yang bekerja di lapangan juga menjadi perhatian,” katanya.
Ian berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi dampak karhutla dan kabut asap, sehingga aktivitas masyarakat dan pengemudi ojol di Pontianak maupun Kubu Raya dapat kembali berjalan normal.
“Harapannya ada sebuah solusi konkret dari pemerintah,” katanya.
















Komentar ditutup.