Breaking News

Berita Kalbar

FOMDA Kalbar Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dorong Fase Akselerasi

badge-check

FOMDA Kalbar Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dorong Fase AkselerasiPerbesar

Gagasankalbar.com – Sebagai organisasi mahasiswa daerah se-Kalimantan Barat, FOMDA Kalbar menilai satu tahun kepemimpinan Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan merupakan fase konsolidasi awal yang wajar dalam pemerintahan.

Namun demikian, dalam perspektif gerakan mahasiswa sebagai fungsi check and balance, FOMDA Kalbar menyampaikan sejumlah catatan dan masukan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Koordinator Pusat FOMDA Kalbar, Syarif Falmu, dalam keterangannya pada Selasa (24/2/2026) mengatakan bahwa pihaknya melihat adanya upaya menjaga stabilitas pemerintahan di tahun pertama.

“Dari sisi stabilitas, kami melihat adanya upaya menjaga komunikasi publik dan konsolidasi birokrasi. Ini penting sebagai fondasi administrasi daerah,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai belum terlihat terobosan kebijakan yang benar-benar transformasional, khususnya pada sektor strategis seperti pemerataan pendidikan di wilayah 3T, penguatan ekonomi rakyat dan UMKM lokal, transparansi serta efektivitas belanja APBD, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pedalaman dan perbatasan.

“Satu tahun ini belum menunjukkan kebijakan yang betul-betul transformasional. Padahal masyarakat membutuhkan langkah konkret yang berdampak langsung dan terukur,” tegasnya.

FOMDA Kalbar juga menyoroti beberapa hal yang perlu dibenahi pada tahun kedua kepemimpinan, di antaranya percepatan pemerataan pembangunan, reformasi pendidikan terutama distribusi guru dan fasilitas sekolah, peningkatan transparansi anggaran, serta menghadirkan program yang benar-benar dirasakan masyarakat kecil.

“Kami menilai fondasi sudah ada, tetapi akselerasi kebijakan dan keberpihakan pada rakyat kecil harus lebih ditegaskan. Tahun kedua harus menjadi fase akselerasi, bukan lagi sekadar penataan internal,” tambah Syarif.

FOMDA Kalbar berharap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur ke depan lebih progresif dan berani membuat terobosan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anggaran, serta membuka ruang dialog berkelanjutan dengan mahasiswa dan masyarakat sipil.

“Kami berharap tahun kedua menjadi fase akselerasi nyata, sehingga masyarakat Kalimantan Barat benar-benar merasakan perubahan yang lebih adil dan merata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GMKI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah Rakyat Pontianak, Desak Pemerintah Bertanggung Jawab

2 Nov 2026 - 00:16 WIB

GMKI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah Rakyat Pontianak, Desak Pemerintah Bertanggung Jawab

Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kritik, Cipayung Plus Kalbar Layangkan Tujuh Tuntutan kepada Pemerintah

29 Okt 2026 - 00:14 WIB

Sumpah Pemuda Jadi Momentum Kritik, Cipayung Plus Kalbar Layangkan Tujuh Tuntutan kepada Pemerintah

Lazismu Kalbar Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bagikan Bingkisan kepada 150 Peserta Terdampak Karhutla

27 Okt 2026 - 01:59 WIB

Lazismu Kalbar Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bagikan Bingkisan kepada 150 Peserta Terdampak Karhutla

Lawyer Muda Kalbar Kecam Pembubaran Massa dengan Kekerasan, Siap Dampingi Mahasiswa Lapor Polisi

25 Okt 2026 - 03:21 WIB

Lawyer Muda Kalbar Kecam Pembubaran Massa dengan Kekerasan, Siap Dampingi Mahasiswa Lapor Polisi

BEM SI Kerakyatan Kalbar Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, Desak Kapolda dan Kapolresta Usut Tuntas

25 Okt 2026 - 03:16 WIB

BEM SI Kerakyatan Kalbar Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa, Desak Kapolda dan Kapolresta Usut Tuntas
Trending di Berita Kalbar