Dua Korban Tenggelam di Landak dan Mempawah Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR Gabungan - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Penutupan Milad ke-109, PDA ‘Aisyiyah Kubu Raya Gelar FGD Perlindungan Anak Posbakum Aisyiyah Kalbar Kini Hadir di Lima Titik, Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Fauzi Purwolaksono Raih Emas di World Para Athletics Grand Prix Tlaxcala 2026 Keberagaman Singkawang: Pilar Persatuan dan Teladan Kerukunan Nasional Kalau Pengkritik Dianggap “Londo Ireng”, Siapa yang Masih Berani Berkata Benar? Karhutla di Kubu Raya Masih Berlangsung, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Rasau Jaya

Pontianak

Dua Korban Tenggelam di Landak dan Mempawah Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR Gabungan

badge-check


Dua Korban Tenggelam di Landak dan Mempawah Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR Gabungan Perbesar

Gagasankalbar.com— Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban tenggelam yang dilaporkan hilang di dua lokasi berbeda Selasa 2 Desember 2025 , yaitu di Kabupaten Landak dan Kabupaten Mempawah. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian.

Korban pertama diketahui bernama Muhammad Dirgantara Al Hafiz, bocah berusia 5 tahun, warga Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Sementara korban kedua, Eko Sugianto, pria berusia 41 tahun, merupakan warga Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah. Keduanya dilaporkan tenggelam pada hari yang sama, Minggu, 30 November 2025.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, membenarkan bahwa kedua korban ditemukan pada hari kedua upaya pencarian intensif yang dilakukan tim di masing-masing lokasi.

“Pada hari kedua masing-masing korban telah ditemukan tim SAR gabungan, kondisi keduanya sudah meninggal dunia saat ditemukan,” ujar Junetra.

*Kronologi Kejadian*
Berbeda, Hari yang Sama
Junetra menjelaskan kronologi tenggelamnya Muhammad Dirgantara Al Hafiz terjadi saat korban bersama keluarganya menghadiri acara hajatan keluarga di Dusun Mangguk, Desa Mungguk, Kabupaten Landak.

“Korban terakhir terlihat pada 30 November 2025 pukul 15.00 WIB. Saat orang tua dan keluarga sibuk dengan kegiatan hajatan, korban terlihat bermain di sekitar pinggiran Sungai Landak dekat rumah keluarganya,” jelas Junetra.

Sementara itu, peristiwa yang menimpa Eko Sugianto terjadi saat ia memasang pancing tajur di Sungai Air Mati, Desa Toho Hilir, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.

“Biasanya setelah memasang pancing tajur ia langsung pulang. Namun hingga sekitar pukul 00.00 WIB, korban belum kembali ke rumahnya,” tambahnya.

*Pencarian Maksimal di Dua Lokasi Berbeda*

Meski kejadian terjadi di dua wilayah yang berbeda, Tim SAR Pontianak memastikan upaya pencarian dilakukan secara optimal.

“Untuk di Kabupaten Landak, kami memberangkatkan satu tim rescue dengan satu set perahu karet dan peralatan pendukung. Tim bekerja bersama unsur yang terlibat dalam pencarian sebelumnya,” terang Junetra.

“Hal yang sama juga dilakukan di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, hanya saja karakteristik Sungai Air Mati tidak sebesar Sungai Landak,” sambungnya.

*Kedua Korban Diserahkan kepada Pihak Keluarga*
Setelah ditemukan dan dievakuasi, kedua korban langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing yang sejak awal turut mengikuti proses pencarian.

“Masing-masing korban telah diserahkan kepada pihak keluarga yang memang sudah mengikuti proses pencarian sebelumnya,” tutup Junetra.

Pihak SAR Pontianak terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim dengan curah hujan tinggi dan arus sungai yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker

23 Juli 2026 - 02:07 WIB

FIKPSI UM Pontianak dan LPKA Sungai Raya Teken Kerja Sama Pendampingan Anak Binaan di Hari Anak Nasional

23 Juli 2026 - 02:03 WIB

BEM UNIVERSITAS OSO PONTIANAK SUKSES GELAR EKSPEDISI LEIMENA DI SINGKAWANG: BELAJAR, MENGABDI, DAN MENUTUP KEPENGURUSAN DENGAN BERMAKNA

22 Juli 2026 - 03:03 WIB

Universitas Muhammadiyah Pontianak Lepas 970 Mahasiswa KKN, Sebar ke Lima Kabupaten hingga Malaysia

21 Juli 2026 - 20:33 WIB

Pemkot Pontianak Terbuka terhadap Wacana Perda LGBT, Tekankan Kajian Komprehensif

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Trending di Pontianak