Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah - GAGASAN KALBAR

Menu

Mode Gelap
Karhutla di Kubu Raya Meluas, Petugas Terkendala Sumber Air Raker MAN 2 Pontianak Resmi Dibuka, Kakanwil Kemenag Kalbar Dorong Penguatan Komitmen dan Budaya Kerja Penutupan Milad ke-109, PDA ‘Aisyiyah Kubu Raya Gelar FGD Perlindungan Anak Posbakum Aisyiyah Kalbar Kini Hadir di Lima Titik, Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Fauzi Purwolaksono Raih Emas di World Para Athletics Grand Prix Tlaxcala 2026 Keberagaman Singkawang: Pilar Persatuan dan Teladan Kerukunan Nasional

Pontianak

Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

badge-check


Zulhas: MBG dan Hilirisasi Komoditas Desa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah Perbesar

Gagasankalbar.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, memaparkan secara rinci bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan komoditas unggulan desa dapat menjadi stimulus kuat dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui penguatan sektor hilir.

Hal tersebut disampaikan Zulhas dalam diskusi bertajuk “Anak Muda Maunya Apa” yang digelar di Aming Coffee, Podomoro, Pontianak, Jumat (5/6). Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah figur publik, di antaranya Eko Patrio, Pasha Ungu, Rizky Billar, dan Lesty Kejora.

Dalam paparannya, Zulhas menyoroti besarnya potensi hilirisasi produk lokal yang berasal dari kekayaan alam pedesaan, salah satunya komoditas kelapa. Menurutnya, selama ini kelapa masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah, padahal setiap bagian dari kelapa memiliki nilai tambah yang tinggi apabila diolah lebih lanjut.

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi kelapa mampu menciptakan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari sabut yang dapat diolah menjadi bahan industri, batok yang dimanfaatkan sebagai karbon aktif, hingga santan kelapa yang kini semakin diminati pasar internasional sebagai alternatif susu dalam tren gaya hidup sehat.

“Sekarang kelapa itu luar biasa hilirisasinya. Sabutnya dijual, batoknya jadi karbon aktif. Bahkan santan kelapa sekarang dipakai di kedai kopi dunia sebagai pengganti susu karena tren healthy food. Nilai tambahnya melonjak berkali-kali lipat kalau kita olah dengan benar,” ujar Zulhas.

Lebih lanjut, Menko Pangan mengaitkan peluang hilirisasi tersebut dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah. Menurutnya, program tersebut akan menciptakan permintaan besar terhadap berbagai komoditas pangan lokal, mulai dari sayuran, buah-buahan, daging, telur, hingga produk olahan hasil pertanian dan peternakan.

Dengan kebutuhan pasokan yang besar dan berkelanjutan, MBG diyakini mampu menjadi pasar yang menjamin penyerapan hasil produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM di daerah. Perputaran anggaran program ini juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal secara langsung melalui rantai pasok yang melibatkan masyarakat setempat.

“Kalau bahan bakunya dipenuhi dari daerah sendiri, maka uang yang beredar akan kembali ke masyarakat. Petani hidup, UMKM berkembang, dan lapangan kerja baru akan terbuka,” katanya.

Zulhas menegaskan bahwa sinergi antara hilirisasi komoditas lokal dan jaminan pasar melalui Program MBG merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan generasi muda. Ia mengajak para pelaku usaha muda di Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, untuk mulai melihat potensi bisnis dari sektor pangan dan pengolahan hasil pertanian.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan kreativitas generasi muda mampu memperkuat kemandirian ekonomi daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan

Baca Lainnya

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Pontianak Jamin Bantuan Medis dan Biaya Rujukan Bagi Anak Penyintas Kanker

23 Juli 2026 - 02:07 WIB

FIKPSI UM Pontianak dan LPKA Sungai Raya Teken Kerja Sama Pendampingan Anak Binaan di Hari Anak Nasional

23 Juli 2026 - 02:03 WIB

BEM UNIVERSITAS OSO PONTIANAK SUKSES GELAR EKSPEDISI LEIMENA DI SINGKAWANG: BELAJAR, MENGABDI, DAN MENUTUP KEPENGURUSAN DENGAN BERMAKNA

22 Juli 2026 - 03:03 WIB

Universitas Muhammadiyah Pontianak Lepas 970 Mahasiswa KKN, Sebar ke Lima Kabupaten hingga Malaysia

21 Juli 2026 - 20:33 WIB

Pemkot Pontianak Terbuka terhadap Wacana Perda LGBT, Tekankan Kajian Komprehensif

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Trending di Pontianak